Helmy Halim ads

Gelaran Kompetisi Sepakbola Ala Trio Demokrat, Zulfikar: Ajang Silaturahmi

0 312

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Kurang lebih sekitar 10 pekan kompetisi sepakbola ‘Liga Oplosan’ di Lapangan Civik, Poris Gaga, Batuceper, Kota Tangerang dilangsungkan. Dan pada Kamis (1/1/2019) pekan lalu resmi telah ditutup.

Trio penggagas yang juga tercatat sebagai politisi Partai Demokrat yakni Zulfikar H, Asep Hidayat dan Ismail Fahmi menyebut memang sengaja menggelar perhelatan olahraga rakyat ini memakai sistem yang memakan waktu lumayan panjang.

Kata Zulfikar, dalam kompetisi yang melibatkan 17 tim ini selain menyehatkan, tetapi merupakan ajang silaturahmi dan menumbuhkan rasa kekeluargaan bagi warga. Ketika kompetisi berlangsung lama maka potensi silaturahmi semakin terbuka.

“Tidak hanya itu, kompetisi seperti ini juga bisa menumbuhkan rasa semangat pemuda yang ada di Provinsi Banten atau khususnya di Kota Tangerang,” terang Zulfikar kepada penamerdeka.com, ditemui di Lapangan Civik, Batuceper, usai laga final pada Kamis (1/1/2019).

Ia menjelaskan, dari ajang kompetisi sepak bola antar kampung bisa mencari bibit-bibit baru untuk nantinya diadukan dalam ajang nasional maupun internasional.

“Kalau bicara sepak bola, hingga hari ini, detik ini kan Indonesia belum bisa maksimal untuk mengantongi prestasi. Untuk itu harusnya pemerintah harus punya rekrutmen pemain yang lebih selektif lagi,” papar Caleg DPR-RI Daerah Pemilihan (Dapil), Kota Tangerang, Tangsel dan Kabupaten Tangerang ini.

Sementara Ismail Fahmi Caleg Demokrat DPRD Kota Tangerang dari Dapil Kecamatan Batuceper, Neglasari dan Benda memaparkan, pemerintah memang harus menyiapkan sarana dan prasarana jika ingin dunia sepakbola maju.

Untuk Kota Tangerang sendiri khususnya wilayah Daerah Pemilihannya salah satu program yang akan didorong ketika nanti dipercaya menjadi wakil rakyat konsen terhadap sarana stadion mini. Pasalnya, bicara kualitas kata pria yang juga pengacara ini tak luput dari sarana.

Lalu bicara kedepan adalah soal kompetisi yang kerap harus diadakan di antar kampung. Sebab banyak juga pemain handal nasional berangkat dari sepakbola kampung.

“Kalau itu dilakukan kedepanya pasti kita Provinsi Banten bisa mendapatkan pemain sepak bola yang bagus. Sehingga tidak seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Ismail berharap, kompetisi sepak bola harus rutin diadakan. harus lebih giat lagi khususnya untuk wilayah Tangerang.

“Sebenarnya di Banten ini memiliki potensi dan kemampuan dari pemuda kita yang tangguh-tangguh. Semoga kedepanya Indonesia ini bisa tampil lagi di ajang Piala Dunia agar sepak bola di Indonesia tidak diremehkan lagi,” harap Ismail. (ari tagor/hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Zulfikar turut berduka
Disarankan
Loading...