Helmy Halim ads

Pemerhati Budaya Ini Blak-blakan Ungkap Soal Efek Eksistensi Politisi Kotor Hingga Medsos Hoax

0 432

TANGERANG,PenaMerdeka – Pemerhati budaya di Tangerang, Widi Hatmoko, memasuki masa pemilu 2019 meminta supaya masyarakat tidak mudah terhasut oleh provokasi politisi kotor hingga medsos yang berisi konten hoax.

Sebab kata Widi, jika terhasut, potensinya bisa memecah belah kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa. Termasuk dalam momen pesta demokrasi rakyat ini, seharusnya memberi andil program pendidikan politik cerdas.

Memasuki masa penyelengaaraan Pilpres dan Pileg 2019 bersamaan, perihal pemberitaan, saat ini menurutnya sudah marak penggunaan media sosial (medsos) berseliweran menyebarkan berita yang tidak berdasarkan etika jurnalistik yang sejatinya hal itu merupakan berita bohong alias hoax.

“Jangan percaya berita bohong, dan harus berhati-hati menggunakan dan menyikapi medsos. Menjaga keutuhan NKRI itu lebih penting,” ujar Widi, dalam rilis yang diterima penamerdeka.com, Minggu, (3/2/2019).

Widi melanjutlan, berbeda pilihan itu lumrah dalam dinamika demokrasi. Tapi jangan sampai sikap fanatisme terhadap pilihan dan jagoannya melupakan segalanya sehingga menyulut perpecahan.

Widi juga dalam Pemilu 2019 memprediksi soal masih eksis dan rentannya money politic. Maka menyikapi hal ini, rakyat juga harus cerdas.

Jangan sampai rakyat terpesona dengan materi yang diberikan para calon, tanpa melihat bagaimana kinerja serta program dan visi-misi yang ditawarkan kepada masyarakat.

“Apalagi money politic ini sudah diatur oleh undang undang, yang pelaku dan penerimanya juga bisa masuk penjara. Rakyat jangan terpesona oleh iming-iming materi yang diberikan oleh para calon, bisa-bisa mendekam di penjara nanti,” ucapnya.

Dia menegaskan, yang harus dipahami oleh masyarakat, calon yang melakukan money politic (politik uang), jika terpilih berpotensi menjadi koruptor!

Lanjut Widi, pemilu menggunakan money politic serta mempengaruhi masyarakat dengan berita bohong untuk mendapatkan dukungan dalam pemilihan umum, adalah bentuk pembodohan terhadap masyarakat.

“Saya menyarankan kita (masyarakat, red) jangan mau dibodohi terus-menerus. Jangan sampai harga diri kita diobok-obok Cuma dengan materi untuk kepentingan politik kotor,” ucapnya menegaskan.

Calon pemimpin atau calon anggota DPR sebagai wakil rakyat yang cerdas bukan memberi uang atau membelikan sesuatu dengan tujuan agar dipilih.

Tapi kata Widi, calon pemimpin itu harus mampu memberikan pendidikan politik yang cerdas dan benar kepada masyarakat.

“Rakyat jangan dikasih duit saat pemilu nanti. Tapi dari sekarang politisi harus bicara program yang jelas untuk memeberikan pembelajaran politik cerdas kepada masyarakat,” tandasnya. (ari tagor)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Zulfikar turut berduka
Disarankan
Loading...