Daftar Caleg Berlabel Ketua Partai di Kota Tangerang yang Urung Jadi Dewan

0 560

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Para kontestan calon wakil rakyat di Pemilu Legislatif (Pileg) Kota Tangerang tidak sedikit yang berstatus ketua partai, tetapi para Caleg tersebut dikabarkan banyak juga yang tumbang.

Meskipun sebagai Ketua DPC/DPD di salah satu partai ternyata tidak menjamin bisa melenggang mulus menuju DPRD Kota Tangerang.

Kepastiannya memang masih menunggu tahapan penetapan resmi, tetapi data yang terhimpun berdasarkan pleno rekapitulasi suara yang sudah rampung digelar KPU, kalau tidak ada halangan sudah tergambar siapa saja Caleg yang bakal duduk di DPRD Kota Tangerang.

Informasi yang berhasil dihimpun penamerdeka.com, bahkan ada sejumlah incumbent yang mengantongi jabatan penting di tubuh partai tetapi gagal menduduki kembali kursi DPRD Kota Tangerang.

Sebut saja ada Yati Rohayati, Ketua DPC PPP Kota Tangerang yang tidak mampu mempertahankan kursi dewannya.

Yati kendati berstatus incumbent, bertarung di Dapil 1 Kota Tangerang, untuk wilayah ini PPP bahkan tidak mampu meloloskan satu anggota dewan pun. PPP dikabarkan tidak mampu juga mempertahankan 5 kursi yang diraih 2014 lalu, sekarang di 2019 hanya mendulang 3 kursi dewan saja.

Tak hanya itu, 1 kursi Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang yang pernah direbut pada 2014 kini secara otomatis harus ditempati partai lain.

Lantas ada Pontjo Wiyogo, dia selain berstatus incumbent, juga memyandang Ketua DPC Partai Gerindra Kota Tangerang dan Wakil Ketua DPRD ini pun gagal mewakili partainya menuju DPRD. Namun begitu, partai berlambang garuda ini tetap meloloskan wakilnya.

Ketua DPC Partai Hanura Kota Tangerang Arief Fadillah diberitakan juga gagal gagal meraih satu kursi DPRD untuk dirinya. Arief untuk kesekian kalinya gagal lagi melaju jadi dewan.

Suratmin Ketua DPD Partai NasDem Kota Tangerang dari hasil pleno perolehan suara yang sempat dirilis KPU nampaknya belum beruntung di Pileg 2019 kali ini. Ia terpaksa urung menjadi wakil rakyat.

Khalid Marhaban Ketua DPD PAN bahkan harus menelan pil pahit di perhelatan Pemilu serentak 2019.

Sebab selain dia gagal ke DPRD, jumlah 4 kursi secara keseluruhan yang sempat diraih partai matahari itu pada Pemilu 2014, sekarang di 2019 harus rela melepas 1 kursi lantaran digeser partai lain.

Menurut Ahmad Syaelendra Ketua KPU Kota Tangerang, penetapan caleg memang dilakukan berdasarkan Peraturan KPU Nomor 7 tahun 2019 tentang Peruban Ketiga atas Peraturan KPU Nomor 7 tahun 2017 Tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu 2019.

“Dalam tahapan tersebut dinyatakan penetapan caleg terpilih paling lama tiga hari setelah putusan MK,” ungkapnya.

Jadi kata dia melanjutkan, semuanya masih menunggu seluruh perhitungan perolehan suara selesai mulai dari tingkat kabupaten dan kota sampai tingkat KPU pusat.

Setelah itu, misalkan ada kontestan Pemilu 2019 yang menggugat ke MK, maka setelah memutuskan perkara gugatan tersebutlah baru bisa ditetapkan caleg terpilih.

Sedangkan penetapan perolehan kursi dan calon terpilih pasca putusan Mahkamah Konstitusi. “Paling lama tiga hari setelah penetapan, putusan dismisal atau putusan MK dibacakan,” pungkasnya. (hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Pilkada Tangsel 2019
Disarankan
Loading...