Peras Sekdes Hingga Rp700 juta, Tiga Wartawan Gadungan Diringkus Polisi di Kresek Tangerang

0 252

KABUPATEN TANGERANG,PenaMerdeka – Tiga oknum wartawan gadungan yang mengaku sebagai penyidik Tipikor Mabes Polri memeras Sekretaris Desa (Sekdes) Jengkol, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang di ringkus polisi.

Ketiga wartawan yang mengaku dari Kobaran News itu bernama Rully Handari, Fadly Ibnu Sina, dan Muhammad Ibnu Ferry, memeras hingga meraup sebesar Rp700 juta.

Kombes Sabilul Alif, Kapolresta Tangerang mengatakan, ketiganya saat itu mendatangi Sekdes Jengkol pada 10 Maret 2019, dengan berpura-pura sebagai penyidik Tipikor Mabes Polri.

Para tersangka ini juga menunjukkan surat panggilan palsu atas nama korban. Surat panggilan itu, didapat para tersangka dari internet kemudian menyuntingnya dengan perangkat komputer.

“Sekdes Jengkol didatangi ke rumahnya, pelaku mengaku sebagai penyidik Tipikor Mabes Polri bernama AKP Ibnu Sianturi dan Ipda Ibrohim yang bakal menyelidiki kasus korupsi dana desa tahun 2017 dan 2018,” tutur Sabilul di Mapolresta Tangerang, Selasa, 14 Mei 2019.

Sabilul menceritakan, ketiganya mengancam dan menakuti Sekdes Jengkol bakal menangkap serta memberitakan kepada media massa bila tidak memberikan uang yang sudah mereka minta.

Keesokan harinya, tersangka kembali menghubungi korban dan kembali meminta uang sebesar Rp40 juta. Alasan tersangka meminta uang agar proses penyidikan kasus tidak dilanjutkan.

Beberapa waktu, para tersangka kembali meminta uang kepada korban sebesar Rp100 juta agar dapat mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3).

Kata Sabilul, alasan tersangka meminta uang agar kasus tidak diangkat ke media massa diperkuat oleh keterlibatan tersangka Ibnu Ferry. Tersangka Ibnu Ferry, mendatangi korban dan mengaku sebagai wartawan media massa Kobaran News.

“Korban pun terus menuruti kemauan tersangka mentransfer uang secara bertahap hingga jumlah totalnya mencapai sebesar Rp700 juta,” jelas Sabilul.

Lantaran tidak tahan terus diperas tersangka, korban pun akhirnya melapor ke polisi. Akhirnya, ketiga tersangka ditangkap di dua tempat berbeda di kawasan Balaraja dan Kemiling lalu Bandar Lampung pada Selasa, 7 Mei 2019 kemarin.

Tersangka yang bernama Rully mendapatkan bagian Rp240 juta, Fadly mendapat Rp270 juta, sedangkan Ibnu mendapat hasil dari pemerasannya itu sebesar Rp88 juta.

Sabilul mengimbau kepada siapa pun untuk tak mudah percaya dengan oknum mengaku sebagai penyidik Polri atau jurnalis. Bila ada yang mengaku anggota Polri atau jurnalis, ia berharap, warga minta kejelasan identitas atau surat perintah.

“Bila ada yang mengaku-ngaku sebagai anggota Polri atau jurnalis tapi bertindak menyimpang, jangan ragu untuk melaporkan. Atau meminta untuk menunjukan identitas terlebih dahulu,” imbaunya.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka ini dijerat Pasal 378 dan 368 KUHP dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun. (sarinan)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Pilkada Tangsel 2019
Disarankan
Loading...