2020 Termasuk Akses ke Banten Lama, Pelebaran Jalan Kota-Kabupaten Juga Direalisasi

0 412

BANTEN,PenaMerdeka – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bakal merealisasi akses kewenangan provinsi di tingkat kabupaten dan kota. Termasuk segera melanjutkan proyek akses jalan ke kawasan Banten Lama.

Hal ini kata Gubernur Banten Wahidin Halim demi mewujudkan jalan provinsi mantap 100 persen pada tahun 2020.

Disebutkan juga bahwa Pemprov Banten selain melanjutkan pembangunan jalan rusak, juga akan membangun pelebaran ruas jalan di sejumlah kota dan kabupaten di Banten.

Sehingga nantinya, pada 2020 semua jalan kewenangan provinsi diharapkan sudah sesuai standar.

“Tahun 2020, jalan kewenangan provinsi jalan mantap sekitar 20 kilometer harus sudah selesai. Nanti tinggal melebarkan jalan-jalan yang belum sesuai standar provinsi baik itu betonisasi ataupun aspal,” tutur Gubernur Banten Wahidin Halim (WH), Jum’at (17/5/2019).

Gubernur menjelaskan, jalan-jalan yang akan dilebarkan tersebut diantaranya merupakan jalan kabupaten/kota atau desa yang dilimpahkan kewenangannya kepada provinsi.

Nantinya perlu dilakukan peningkatan standar agar sesuai dengan standar jalan provinsi yang telah ditentukan dalam peraturan dan undang-undang.

Kepala Bappeda Provinsi Banten Muhtarom didampingi Kabid Prasarana Wilayah Khaerudin mengatakan, pelebaran jalan dilakukan Pemprov karena dua hal.

Pertama jalan mengalami penyempitan lantaran adanya jembatan, gorong-gorong atau bangunan dan ada lahan yang belum terbebaskan.

Kedua karena adanya kenaikan status jalan yang sebelumnya jalan kabupaten/kota atau jalan desa dan sewaktu masih berstatus jalan kabupaten/kota, lebar jalan masih pada kisaran 5-6 meter.

Salah satunya kawasan Kesultanan Banten Lama karena menjadi kawasan staregis Provinsi Banten.

Karenanya, Pemprov melakukan pembenahan agar ibukota provinsi Banten tersebut lebih nyaman dan indah dilalui masyarakat.

“Apalagi Kota Serang sebagai ibukota provinsi, jadi Pak Gubernur fokus melakukan pembenahan. Baik dari sisi transportasi, infrastruktur jalan, bangunan, taman dan sebagainya,” kata Muhtarom.

Selain memenuhi syarat ketentuan standar provinsi, pasalnya kata dia Gubernur ingin ada keindahan dan kenyamanan disana.

“Ada trotoarnya, rambu-rambu, dan unsur pendukung lainnya,” imbuh Muhtarom.

Jalan tersebut mengalami kenaikan status karena termasuk jalan strategis dan adanya keterbatasan penganggaran kabupaten/kota sehingga diserahkan penanganannya ke provinsi agar lebih optimal.

Jalan-jalan yang berada di daerah perkotaan rata-rata sudah memenuhi standar bahkan melebihi 7 meter standar provinsi, sementara wilayah Banten selatan dan timur seperti Pandeglang, Lebak dan Kabupaten Serang masih harus dilakukan pelebaran.

“Harusnya kan minimal 7 meter, ada beberapa jalan yang kurang dari itu. Tapi kondisinya sudah bagus. Maka kita penuhi standarnya,” ucapnya.

Nanti pelebarannya bertahap, khususnya yang membutuhkan pembebasan lahan besar prosesnya memakan waktu. Sekitar 5-7 ruas jalan yang akan dilebarkan hanya segmen yang kurang standar saja,” tuturnya

Ia menambahkan, upaya tersebut dilakukan karena merupakan kewenangan provinsi Banten terhadap perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan termasuk infrastruktur kawasan strategis. (ersya)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan. Penamerdeka.com tidak bertanggung jawab dengan isi komentar, tulisan komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator sesuai aturan UU ITE