Rebut Hak Pejalan Kaki, Puluhan PKL Diterbitkan Satpol PP di Jalan Daan Mogot Kota Tangerang

0 225

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang biasa mangkal disekitaran Jl daan Mogot, Batuceper Kota Tangerang ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang, Senin (24/6/2019).

Pada penertiban, petugas yang terdiri tim alap-alap Satpol PP Kota Tangerang memberikan peringatan kepada puluhan PKL agar tidak lagi menggelar dagangannya disekitar lokasi.

Kendati demikian, beberapa diantara pedagang kaki lima tersebut memilih kabur dan berlarian ke segala penjuru arah untuk menghindari petugas.

Yadi, salahseorang pedagang kaki lima yang berhasil diamankan petugas mengaku panik mengetahui kedatangan petugas sehingga dirinya tidak lagi memperhatikan keselamatan dirinya.

“Saya takut diambi barang barangnya pak,” kata Yadi dilokasi.

Bukan hanya pedagang kaki lima, dalam patroli tersebut petugas juga mendatangi salahsatu kedai makan yang disinyalir menjual minuman keras.

Dalam penyisiran tersebut, Petugas sempat mendapat perlawanan dari beberapa pengemudi angkot yang  menjadi pelanggan tetap warung itu.

Ketegangan sempat terjadi manakala salahseorang pengemudi angkot mencoba memprovokasi petugas yang saat itu tengah memeriksa setiap sudut kedai itu.

Meski demikian petugas tetap memeriksa setiap sudut kedai makan itu tanpa mengindahkan kalimat provokatif yang diutarakan pengemudi angkot yang saat itu tengah mengkonsumsi minuman keras jenis tuak dan menyita satu ember minuman keras jenis tuak.

Bukan hanya minuman keras yang terdapat didalam ember, petugas yang tidak terpancing emosi justru malah menyita minuman keras yang terlanjur disajikan kepada para sopir angkot tersebut.

“Kami akan terus bekerja guna meminimalisir keberadaan PKL dan peredaran minuman keras,” terang A.Ghufron Falfeli Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat pada Satpol PP Kota Tangerang.

Ghurfon mengaku, kendati mendapatkan cacian dan cibiran dari masyarakat yang terkena dampak langsung dari serangkaian kegiatan yang digelarnya, pihaknya tidak bakal mundur.

“Kami mencoba mengembalikan hak pejalan kaki yang dirampas pedagang kaki lima, dihardik dan mendapat cibiran sudah resiko tugas untuk mengembalikan kenyamanan melalui serangkaian penertiban yang kami laksanakan,” tuturnya.

Ia menambahkan, penyisiran, penataan dan penertiban tak akan optimal tanpa ada peran serta masyarakat yang turut berperan aktif dalam memberantas segala bentuk kegiatan yang berpotensi melanggar peraturan daerah.

“Kami mengajak kepada masyarakat agar turut berperan aktif dan melaporkan setiap kegiatan yang melanggar peraturan. Tentu kami memastikan untuk menindaklanjutinya secepatnya,” tandas Ghufron. (hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...