HUT RI 76

Tiba di Pontianak, Kafilah Banten Disambut Tari Jepin

PONTIANAK,PenaMerrdeka – Kafilah asal Provinsi Banten tiba di Bandara Subadio, Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (27/6/2019). Kedatangan kafilah Banten untuk mengikuti ajang Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) Nasional XXV yang berlangsung di Kota Pontianak.

Sebelumnya pada Rabu (26/6/2019) secara resmi mereka dilepas Gubernur Banten Wahidin Halim.

Rombongan yang dipimpin Ketua Harian LPTQ Provinsi Banten Prof Syibli Sarjaya tiba di Kota Katulistiwa sekitar pukul 14.30 WIB. Panitia STQH setempat langsung menyambut kafilah dengan tari Jepin, seni khas suku Melayu Dayak.

Setelah itu pun Prof Sybli selaku ketua rombongan disematkan topi Tanjak Melayu yang juga khas Pontianak.

“Terima kasih atas sambutannya, semoga panitia bisa menyelenggarakan acara dengan berjalan sukses dan lancar,” kata Prof Sybli.

Dia menambahkan, kafilah Banten optimis mencapat target juara umum. Hal ini sesuai dengan target yang diberikan Gubernur Banten.

“Kita dengan kekuatan tim dan dukungan dari pak Gubernur, siap dan optimis meraih target juara umum,” ungkapnya.

Diketahui, Banten dalam gelaran ajang yang lebih tinggi, yakni MTQ Nasional 2016 lalu sempat menggondol juara umum. Dalam gelaran STQH Nasional XXV ini akan dilombakan 5 cabang.

Berikut nama cabang dan tempat yang digelar panitia STQH:

1. Taman Alun-alun Kapuas, sebagai lokasi pembukaan STQ, perlombaam cabang tahfidz golongan tahfidz 1-5 juz dan tilawah putra-putri, serta penutupan.

2. Masjid Raya Mujahidin, digunakan untuk pameran STQ ke 25 dan cabang lomba tahfidz golongan tahfidz 10-20 juz putra-putri.

3. Tugu Khatulistiwa, menjadi pusat kegiatan lomba cabang tilawah, golongan anak-anak dan dewasa putra-putri.

4. Perpustakaan Universitas Tanjungpura, menjadi arena kegiatan lomba cabang tahfidz, golongan tahfidz 30 juz dan tafsir bahasa arab putra-putri.

5. Aula IAIN Pontianak. Aula IAIN akan menjadi arena kegiatan lomba cabang tahfidz golongan hafalan Al-hadist 100 dengan sanad dan hafalan Al-hadist tanpa sanad 500 putra-putri. (rd)

Disarankan
Click To Comments