HGN ads Bekasi

AP II dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Cegah Virus Ebola Masuk ke Indonesia

0 163

KOTA TANGERANG,PenaMerdekaa – Bandara-bandara di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura II (Persero) melakukan pencegahan terkait penyebaran virus Ebola ke Indonesia bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Ph. SVP of Corporate Secretary AP II, Achmad Rifai mengatakan, bandara adalah pintu masuk utama Indonesia sehingga berperan cukup vital dalam menghalau masuknya virus tersebut ke dalam negeri.

“Angkasa Pura II dan KKP yang berada di bawah Kementerian Kesehatan bekerja sama dalam menghalau virus Ebola di bandara. Kami berharap bandara berperan maksimal dalam upaya pencegahan ini,” terang Ahmad Rifai.

Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) merupakan bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia, seluruh penumpang dan kru pesawat dari luar negeri harus melalui pemeriksaan sejak tiba di terminal kedatangan internasional.

Sementara itu, Kepala KKP Kelas I Soekarno-Hatta Anas Ma’ruf mengatakan, pemeriksaan salah satunya dilakukan dengan alat thermal scanner di terminal kedatangan.

“Seluruh penumpang rute internasional dan kru pesawat dideteksi menggunakan thermal scanner sebelum masuk ke Indonesia. Jika terdeteksi penderita, yang salah satu indikasinya adalah demam, maka langsung diarahkan ke klinik,” terang Anas Ma’ruf.

Di samping screening melalui thermal scanner tersebut, KKP juga melakukan surveillance syndrome untuk mendeteksi ada atau tidaknya penumpang pesawat yang menderita Ebola.

KKP juga mewajibkan setiap pesawat yang tiba dari luar negeri menyerahkan dokumen General Declaration. Diantaranya menjelaskan jumlah penumpang, ada atau tidaknya penumpang sakit, dan sebagainya.

“Jajaran KKP di Soekarno-Hatta sudah meningkatkan kewaspadaan untuk menghalau virus Ebola. Kami juga sudah mengirim surat edaran kepada stakeholder termasuk airlines agar meningkatkan kewaspadaan,” tuturnya.

“Seluruh klinik di Soekarno-Hatta, baik itu milik Angkasa Pura II dan airlines telah diinformasikan mereka harus segera memberi notifikasi apabila ada terduga penderita Ebola,” sambungnya.

Adapun upaya dalam pencegahan serupa juga dilakukan di bandara-bandara AP II lainnya yang mempunyai jadwal penerbangan internasional.

Terkait virus Ebola pada 17 Juli 2019, World Health Organization (WHO) menyatakan wabah Ebola di Kongo menjadi perhatian dunia internasional. Sejalan pada 19 Juli 2019 WHO juga sudah menerbitkan rekomendasi pencegahan penyebaran virus itu. (hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan. Penamerdeka.com tidak bertanggung jawab dengan isi komentar, tulisan komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator sesuai aturan UU ITE