Pemkot Tangsel Bakal Bentuk Satgas Perda Rokok

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bakal membentuk satgas Perda Rokok. Diketahui, Pemkot Tangsel sendiri telah menetapkan peraturan pelarangan merokok di tempat umum sejak 2016 lalu.

Dimana, hingga kini Pemkot Tangsel gencar mensosialisasikan aturan ini melalui Dinas Kesehatan Kota Tangsel.

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengaku sampai saat ini, perturan tersebut belum efektif dilakukan. Selain itu masih banyak masyarakat belum mengetahui perda nomor 4 tahun tahun 2016.

Sehingga dimanapun, dalam kesempatan apapun dirinya mengingatkan, bahwa Kota Tangsel memiliki peraturan yang jelas mengenai pelarangan merokok di tempat umum.

”Kemarin saja, saya tegur staf saya. Di sekolah, merokok sembarangan. Padahal perdanya ada, saya bilang supaya tidak merokok di depan anak-anak,” terang pria yang kerap disapa Bang Ben.

Karena itu, Benyamin mendukung adanya pembentukan satgas ini. Nantinya, bakal memberikan sosialisasi terhadap masyarakat lebih digencarkan lagi mengenai adanya peraturan pelarangan merokok.

”Masyarakat perlu edukasi lebih dalam. Inilah fungsi satgas yang nantinya menyampaikan informasi ini kepada masyarakat,” jelas Bang Ben.

Melalui Dinas Kesehatan, Benyamin meminta untuk mampu mengkoordinasi seluruh OPD yang ada di Tangsel agar membentuk tim satgas.

Tidak masalah jika anggota merupakan perokok, yang terpenting mereka dapat menjaga komitmen untuk menetralisasi asap rokok di tempat-tempat yang dimaksudkan dalam perda 4 tahun 2016 itu.

Peraturan ini membahas kawasan-kawasan di Kota Tangsel yang dilarang, yakni seperti kantor Pemkot Tangsel, sekolah, rumah sakit, sarana umum seperti taman dan lainnya.

“Larangan ditempat-tempat itulah yang harus diawasi oleh satgas. Nantinya, satgas ini bisa menegur orang-orang yang merokok dikawasan tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Tangsel, Iin Sofiawaty menambahkan, sosialisasi ini akan terus dilakukan sampai dengan seluruh masyarakat mengetahui adanya peraturan ini. Selain itu pembentukkan satgas di setiap instansi dilakukan.

”Dengan cara begitulah mereka dapat menyebarkan informasi ini kepada lingkungannya,” tambah Iin. (hisyam)

Disarankan
Click To Comments