Fenomena Pengikisan Pesisir Laut Banten, Ini Penjelasan Wabup Lebak dan Dewan Cilegon

BANTEN,PenaMerdeka – Ekosistem pesisir laut Banten di sejumlah wilayah kota dan kabupaten disebutkan sudah terkikis dan menyempit efek dari perkembangan industri. Tetapi, dinyatakan juga industri dan lingkungan harus mempunyai arah kebijakan yang sama.

Ade Sumardi Wakil Bupati (Wabup) Lebak mengharapkan, media sejatinya tidak menjadi sarana informasi ke masyarakat saja, tetapi juga memonitoring perkembangan industrialisasi.

“Jangan sampai berkembangnya industrialisasi, lalu menghancurkan ekosistem laut atau alam,” kata Ade Sumardi dalam acara diskusi Kompetensi Latih Wartawan (KLW) dan Uji Kompetensi Wartawan di Gedung Jurnalis Boarding School, Kota Cilegon, Jumat (6/9/2019).

Tetapi perkembangan industri sesuatu yang tidak bisa dinafikan dan sebuah keniscayaan. Karena keberadaan industri mempunyai dampak kepentingan ekonomi masyarakat.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Lebak. Ada industri Semen Merah Putih. Tetapi kalau dirasakan merugikan tidak bisa harus menghilangkan atau serta merta menutup kegiatan industri.

Anggota DPRD Kota Cilegon Ibrahim Iswandi dan Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi.

 

“Kebijakan pemerintahan yang lampau tidak bisa pemerintahan yang sekarang bisa menghentikan industri. Itu berlanjut, yang penting harus diselaraskan, antar kepentingan masyarakat dan industrilisasi,” tukasnya Wabup Ade Sumardi.

Sementara Ibrahim Iswadi, aktivis lingkungan dan kini menjadi anggota DPRD Kota Cilegon menyebut ada perbedaan kondisi di Lebak dan wilayahnya.

Sepanjang pesisir di Pantai Cilegon diakuinya sudah penuh dengan keberadaan industri. Maka kedepan harus ada kemauan perubahan dalam penataan ruang wilayah di Kota Cilegon.

“Tidak ada ruang untuk masuk ke wilayah pesisir pantai Cilegon karena tertutup industri. Sudah menumpuk,” ucapnya.

Tetapi Ibrahim juga mengatakan, pengawasan yang lemah menjadi persoalan utama. Dan meski ada regulasi dan konsekwensi hukumnya tetapi tidak bisa menutup kegiatan industri.

“Karena banyak kebutuhan ekonomi masyarakat yang bekerja. Tidak bisa menutup semuanya, ada sejumlah pertimbangan karena ada efek ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya. (rd)

Disarankan
Click To Comments