HGN ads Bekasi

Tidur Kurang Dari Enam Jam Sehari Risiko Terkena Kanker

0 204

JAKARTA,PenaMerdeka – Tidur sesuai dengan porsinya baik untuk kesehatan. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan jika Anda yang tidur kurang dari enam jam sehari potensi berisiko terkena penyakit kanker.

Mereka yang menderita tekanan darah tinggi, diabetes tipe-2, penyakit jantung atau stroke bisa berisiko tinggi terkena kanker dan kematian dini jika tidur kurang dari enam jam sehari.

“Studi kami menunjukkan mencapai tidur normal mungkin melindungi bagi beberapa orang dengan kondisi dan risiko kesehatan ini,” tutur pemimpin studi Julio Fernandez-Mendoza dari Penn State Health, Milton S. Hershey Medical Center di Hershey di Pennsylvania, AS.

“Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memeriksa apakah meningkatkan dan meningkatkan tidur melalui terapi medis atau perilaku dapat mengurangi risiko kematian dini,” lanjutnya seperti melansir dari Times Now News.

Untuk penelitian ini, para peneliti menganalisis data lebih dari 1.600 orang dewasa yang dikategorikan ke dalam dua kelompok yang memiliki tekanan darah tinggi tahap 2 atau diabetes tipe-2 dan memiliki penyakit jantung atau stroke.

Peserta dipelajari di laboratorium tidur selama satu malam dan kemudian peneliti melacak penyebab kematian mereka hingga akhir 2016.

Para peneliti menemukan bahwa dari 512 orang yang meninggal, sepertiga meninggal karena penyakit jantung atau stroke dan seperempat meninggal karena kanker.

Orang yang memiliki tekanan darah tinggi atau diabetes dan tidur kurang dari enam jam memiliki dua kali peningkatan risiko meninggal akibat penyakit jantung atau stroke.

Ditemukan juga bahwa orang yang menderita penyakit jantung atau stroke dan tidur kurang dari enam jam memiliki tiga kali peningkatan risiko kematian akibat kanker. Temuan ini telah dipublikasikan dalam Journal of American Heart Association.

Penelitian juga menunjukkan bahwa meningkatnya risiko kematian dini untuk orang dengan tekanan darah tinggi atau diabetes dapat diabaikan jika mereka tidur lebih dari enam jam.

“Durasi tidur pendek harus dimasukkan sebagai faktor risiko yang berguna untuk memprediksi hasil jangka panjang dari orang-orang dengan kondisi kesehatan ini dan sebagai target praktik klinis utama dan khusus,” imbuh Fernandez-Mendoza. (ri)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan. Penamerdeka.com tidak bertanggung jawab dengan isi komentar, tulisan komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator sesuai aturan UU ITE