HGN ads Bekasi

Hindari Permainan Asli Daerah Punah, Ini yang Dilakukan Pemkot Tangsel

0 247

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Saat ini tak bisa dipungkiri, bahwa dunia digital seperti game dan lainnya telah mengalahkan permainan asli daerah. Pemkot Tangsel berupaya untuk menggali dan tidak melupakan permainan tradisional.

Seperti permainan Ketapel atau dalam bahasa betawi lebih dikenal Slepetan, fakta yang terjadi bisa jadi tidak banyak bagi kaum milenial yang mengenalnya.

Padahal permainan ‘jadul’ ini membutuhkan konsentrasi dan perhitungan yang matang agar tepat sasaran.

Kembali lagi, ppermainan ketapel atau slepetan tidak populer sepopuler permainan game online atau playstation.

Permainan tradisional ini hampir tenggelam tertelan zaman. Namun, Pemkot Tangsel berkomitmen untuk melestarikan permainan yang membutuhkan alat kayu berbentuk huruf Y diikat karet ini.

“Kalau Katapel dilestarikan kembali ini suatu hal yang sangat baik untuk mengimbangi olahraga-olahraga yang lebih canggih dan mahal yang membuat orang menjadi statis,” kata Wakil Walikota Benyamin Davnie, ditemui saat pembukaan Festival Lenong di Lapangan Kecamatan Pondok Aren, Sabtu, (16/11/2019).

Pria yang biasa dipanggil Bang Ben itu sudah mengenal permainan slepetan sejak tahun 1970-an. Kata dia, olahraga permainan ini membutuhkan konsentrasi.

“Saya kira bagus dan mendukung dilestarikan,” imbuhnya.

Keberadaan Katapel dalam ajang Festival Lenong Betawi 2019 ini tak terlepas dari orang-orang yang konsen dengan warisan nusantara ini, salah satunya bernama Shalin.

“Galery Katapel se Jabodetabek kali ini yang perdana tampil dalam festival Lenong Betawi 2019 ini,” pungkasnya. (sg)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan. Penamerdeka.com tidak bertanggung jawab dengan isi komentar, tulisan komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator sesuai aturan UU ITE