11 Titik Terpasang, Fungsi FEWS di Tangsel Dipertanyakan

0 188

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Sejak tahun 2017 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tercatat memiliki 11 Flood Early Warning Sistem (FEWS) di Tangsel atau Alat Pendeteksi Dini Banjir.

Hal itu dikatakan Aji Bromokusumo Sekretaris Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tangsel, usai bertemu dengan Kepala Bagian (Kabag) Pusat Teknologi Reduksi Resiko Bencana (PTRB) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Nur Hidayat, Rabu (08/01/2020) kemarin.

“Dalam pertemuan Fraksi PSI dengan BPPT, ditemukan fakta bahwa sejak 2017 sebanyak 11 FEWS dipasang di area titik-titik rawan banjir, untuk mengantisipasi dampak bencana banjir,” kata Aji, Kamis (9/1/2020).

Kesebelas titik tersebut, kata Aji, terletak di Kedaung Bukit Pamulang Indah, Kedaung MA, Ciputat SMAN 05, Ciputat Taman Mangu, Cibenda Hulu, Cibenda Hilir, Ciputat Hulu, Ciputat Japos, Serua Hulu, Serua Hilir dan Cantiga.

“Hasil dari koordinasi dan penelusuran Fraksi PSI ke BPPT, ternyata seluruh FEWS tersebut berfungsi dengan baik dan semuanya tidak ada masalah. Hanya memang di beberapa titik CCTV pemantau tidak bisa diakses dikarenakan tidak adanya kuota internet atau pulsa modem di CCTV tersebut,” tuturnya.

Aji mengungkapkan, hasil monitoring FEWS yang berada di lingkup kewenangan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Tangsel belum terkoordinasikan dengan baik. Pasalnya, gambar yang didapat dari titik pemasangan alat pendeteksi tersebut, belum terkoneksi antar dinas terkait kebencanaan.

“Data yang diambil oleh Dinas PU hanya digunakan untuk dasar pembenahan saluran-saluran air, bagaimana dengan mitigasi bencana, ternyata belum terkoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” ungkapnya.

Selain itu, kata Aji, seharusnya FEWS tersebut juga terintegrasi dengan pusat komando (command center) Tangsel.

Sebab kata dia, Dengan adanya FEWS yang terintegrasi dengan command center maka akan sangat signifikan memberikan antisipasi jika dalam kondisi hujan lebat di daerah yang berpotensi banjir. Paling tidak masyarakat mendapat peringatan dini, terutama bagi warga yang wilayahnya berpotensi banjir.

“Kami sangat menyesalkan dan menyayangkan tersedianya sistem dan teknologi canggih karya anak bangsa yang ternyata tidak dimanfaatkan secara maksimal. Paling tidak Evakuasi bisa dilakukan lebih dini dan penyelamatan harta benda masyarakat dapat dilakukan beberapa jam sebelumnya,” tandasnya. (ari tagor)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...