HUT RI 76

PR Pasca Banjir, Warga Kota Tangerang ‘Dagdidug’ Bencana Susulan

WARGA DIHANTUI RASA CEMAS

BMKG Sebut Potensi Hujan Masih Mengguyur Kota Tangerang

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Kabar terkini, pasca diterjang banjir saat awal tahun lalu, warga di sejumlah wilayah Kota Tangerang masih dihantui soal intensitas hujan tinggi.

Pasalnya, sejumlah tanggul sempat jebol digerus air. Ancaman banjir masih potensi terjadi. Karena BKMG menyebut potensi hujan lebat masih berpotensi mengguyur Tangerang.

Menurut pengakuan warga masih khawatir dengan kondisi saat ini. Sejumlah warga perumahan Wisma Tajur Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang memang mengaku cemas saat wilayahnya diguyur hujan.

“Was-was mulu mas, mau pergi engga berani, setiap hujan kita udah liat-liat, ada barang-barang dibawah, kita naik turunin lagi. Pokoknya engga tenang dah mas selama tanggul belum dibenerin,” kata Iin, salah seorang penduduk Wisma Tajur blok B4, saat ditemui di lokasi, Selasa (4/2/2020).

Untuk perbaikan tanggul, Iin mengaku warga sudah mengajukan perbaikan kepada Pemerintah Kota Tangerang. Namun kata dia, mungkin realisasi perbaikan tanggul tersebut masih menunggu anggaran turun.

“Pengajuan perbaikannya sudah deh kayaknya, mungkin masih nunggu dana yang turun atau nunggu sudah engga hujan lagi, saya kurang tahu. Tapi waktu kapan itu Pak RT pernah diwawancara sih.”

“Saya berharap tanggul yang jebol ini segera diperbaiki, biar kita engga was-was lagi, jadi kita aman kalau mau pergi-pergi. Kalau masih begini saja kan kita engga berani kemana-mana,” pungkas Iin.

Kondisi tanggul jebol di Perumahan Wisma Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.

 

Dengan curah hujan yang tinggi saat ini, warga perumahan Duren village, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang juga mengaku masih khawatir potensi banjir.

Meskipun saat ini tanggul yang jebol di wilayahnya sudah diperbaiki oleh pemerintah.

Kekhawatiran tersebut kata Yanto, warga Duren Village blok B2, timbul lantaran tanggul yang baru diperbaiki sekira 50 meter tingginya dirasa tidak cukup menahan ketinggian aliran air dari kali Serua.

Sebab kata dia, tinggi air saat banjir awal tahun ini yang mencapai 2 meter, melebihi ketinggian tanggul yang sudah lama dibangun.

“Khawatir sih masih, karena tanggulnya belum di tinggikan. Harapanya tanggulnya ditinggikan lagi,” tandas Yanto.

Sementara banjir kini menerjang Kota Tangerang bagian barat yakni di Kecamatan Periuk. Ribuan warga terpaksa diungsikan lantaran ketinggian banjir pada Senin (3/2/2020) hingga seatap rumah penduduk terdampak banjir.

Ribuan warga diungsikan di GOR Perum Total Persada tersebut dari dua kelurahan. Yakni, Kelurahan Gebang Raya, Gembor dan Periuk.

Camat Periuk, Sumardi, mengaku telah merinci korban banjir yang diungsikan dari Kelurahan Gebang Raya tujuh RW dengan jumlah 951 KK, Kelurahan Periuk dua RW dengan jumlah 329 KK. Sementara di Kelurahan Gembor hanya satu RW sebanyak 110 KK.

“Secara keseluruhan korban banjir yang ada di posko penampungan saat ini ada sebanyak 4.635 jiwa,” katanya, Selasa, (4/2/2020).

Ia menegaskan, para korban banjir ditangani selama 24 jam oleh petugas gabungan. Camat juga memastikan kondisi dapur umum dan penampungan terlayani untuk membantu warga.

“Sementara untuk lokasi penampungan yang telah difungsikan, yaitu GOR Perum Total Persada. Untuk warga di Kelurahan Priuk ditampung di Masjid Al Itjihad dan aula kecamatan. Sedangkan, warga Kelurahan Gebang Raya ditampung di posko RW 22,” terangnya. (ari/hisyam)

Disarankan
Click To Comments