HUT RI 76

Soal Penundaan Umroh, Travel: Kerugian Materil Tidak, Antisipasi Penumpukan

TANGERANG,PenaMerdeka – Dua biro perjalanan haji dan umroh di Tangerang mengaku belum mendapat kerugian secara materil terkait penundaan Umroh yang dilakukan pemerintah Arab Saudi.

Pasalnya, saat kerajaan Arab mengeluarkan keputusan untuk melarang warga negara lain memasuki negaranya, dua travel yang ada di Tangsel dan Kota Tangerang ini tidak ada jadwal pemberangkatan jamaah umrohnya.

General Manager PT Mutiara Qonita Wisata, Airin Intan Pratiwi mengatakan, sebanyak 105 orang jamaahnya dari dua jadwal pemberangkatan yang diberangkatkan pada tanggal 3 dan 11 Maret terkena imbas penundaan untuk melakukan ibadah ke tanah suci Mekah.

Kendati demikian, penyelenggara Haji dan Umroh yang beralamat di Ruko Mall WTC Matahari Serpong, Tangsel ini langsung menghubungi hotel dan maskapai untuk menjadwalkan ulang keberangkatan jamaahnya itu.

“Insya Allah untuk kerugian materil tidak ada, setelah mendapat informasi resmi dari pemerintah dan Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus (Himpuh), kita langsung menjadwalkan ulang ke maskapai dan mengcancel hotel, Alhamdulillah bisa, karena kan ini bukan salah travel,” kata Airin saat ditemui dikantornya, Sabtu (29/2/2020).

Menurutnya, kebijakan yang diambil kerajaan Saudi Arabia akan menimbulkan penumpukan jamaah umroh.

Sebab, kata dia, rombongan yang seharusnya sudah berangkat, maka nanti akan diberangkatkan secara bersamaan dengan rombongan lain yang jadwal keberangkatannya berbeda.

“Dari penundaan ini yang jelas bakal terjadi penumpukan jamaah dan visa, karena yang seharusnya sudah berangkat, nanti akan diberangkatkan secara bersamaan, maskapai pun sudah menyanggupi. Tapi, kita juga nunggu informasi dari maskapai, apakah ada penambahan kursi atau menambah jadwal penerbangan,” ungkapnya.

Dia berharap, ketika ada kebijakan, seharusnya disosialisasikan terlebih dahulu, agar bisa melakukan langkah antisipasi, karena biro perjalanan melibatkan banyak pihak dalam menjalankan usahanya.

“Ketika ada kebijakan seharusnya disosialisasikan terlebih dahulu, tidak seperti ini. Mungkin kalau bukan travel umroh haji tidak merasakan. Bisnis ini kan melibatkan maskapai dan hotel, otomatis kan mereka mengalami kerugian, karena banyak yang cancel. Kalau bisa kebijakannya diinformasikan terlebih dahulu, jadi kita bisa siap-siap,” pungkas Airin.

Hal senada juga disampaikan biro perjalanan Haji dan Umroh di Kota Tangerang.

Eka Pribadi, Bagian Operasional Big Travel ini mengaku secara materil tidak mengalami kerugian, lantaran saat hari pertama diberlakukannya penundaan umroh oleh pemerintah Arab Saudi ,Kamis (27/2/2020) kemarin, Travel yang beralamat di Jalan KS Tubun, Karawaci, Kota Tangerang ini tidak ada jadwal pemberangkatan jamah umroh.

Namun, kata dia, kebijakan yang diputuskan Kerajaan Arab ini membuat rugi waktu, karena rombongan yang sudah terjadwal pemberangkatannya dalam waktu dekat ini tertunda.

“Kerugian secara materil sih belum ada, hanya rugi waktu karena penundaan waktu keberangkatan, nanti tanggal 5 Maret ada 21 jamaah yang berangkat,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (29/2/2020).

Sejauh ini, Eka menuturkan, seluruh jamaah mengerti kebijakan penundaan dari Arab Saudi ini.

“Alhamdulillah semua jamaah mengerti karena jamaah juga nyari informasi dari berita medsos dan pemerintah juga sudah menginformasikan. insyaallah sih jamaah mengerti sampai batas waktu yang ditentukan. Artinya untuk keberangkatan kita tetap nunggu info dari Arab saudi,” tandasnya. (ari tagor)

Disarankan
Click To Comments