Pemkab Bekasi ads HPN 2020

KPU Kota Tangsel Lantik PPS Secara Terpisah! Ini Penjelasannya

Cegah Penyebaran Virus Corona, Pelantikan PPS Dilakukan Terpisah dan Undangan Terbatas

0

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangsel akan melakukan prosesi pelantikan petugas pemungutan suara (PPS) secara terpisah menyusul merebaknya penularan virus corona.

Seperti diketahui, ada sebanyak 162 calon PPS yang bakal dilantik sebagai penyelenggara Pilkada.

Ade Wahyu Hidayat, Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Tangsel mengatakan, pemisahan pelantikan lantaran sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

“Sebagaimana surat edaran KPU RI, menyarankan pelantikan PPS di pecah. Jadi untuk mengindari kerumunan orang, pelantikannya akan dipecah berbasis kecamatan,” kata Ade ditemui di kantornya, Selasa (17/3/2020).

Untuk teknis pelantikan, Ade menuturkan, dari Tujuh kecamatan yang ada di Tangsel, pihaknya akan membagi komisioner pada lima kecamatan untuk memimpin prosesi pelantikan yang digelar pada 22 Maret 2020.

Kemudian, khusus untuk kecamatan Serpong dan Ciputat Timur, prosesi pelantikan PPS akan digelar dihari yang sama usai lima kecamatan, Yakni Ciputat, Serpong Utara, Pondok Aren, Setu dan Kecamatan Pamulang dilantik.

“Nanti lima komisioner juga akan dipecah untuk memimpin prosesi pelantikan di lima kecamatan. Khusus untuk Ciputat Timur dan Serpong akan dilantik habis dzuhur setelah PPS dari lima kecamatan yang lain dilantik,” tuturnya.

Selain itu, kata Ade, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, KPU Tangsel akan memberlakukan sejumlah aturan kepada seluruh pihak yang hadir dalam pelantikan, serta membatasi undangan yang datang.

“Hasil rapat kami, nanti saat pelantikan PPS, sebelum masuk arena, seluruh peserta harus cuci tangan dulu, yang sakit harus pakai masker, dan barisnya dikasih jarak 1 setengah meter.”

“Undangan juga terbatas, paling ngundang penyelenggara, sama Muspika,” ungkapnya.

Sementara, terkait penyelenggaraan Pilkada, Ade mengaku pihaknya belum mendapat surat edaran terkait penundaan penyelenggaraannya.

Sejauh ini, Ade menambahkan, pihaknya tetap menjalankan tahapan yang harus dijalankan, dengan terus berupaya melakukan pencegahan penyebaran virus yang sedang mewabah ini.

“Untuk penundaan Pilkada, kami belum mendapat surat edaran. Yang jelas tahapan tetap berjalan, cuma kita buat seefektif dan seefesien mungkin. Ya kalau staf bisa bekerja dirumah ya dirumah, Pilkada tetap tanggal 24 September 2020. Prinsipnya kita pencegahan saja,” tandasnya. (ari tagor)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disperkimta Tangsel Ads
Disarankan
Loading...