Ramadhan Kab Bekasi

Masyarakat Butuh Bahan Pokok, Fraksi PSI: Rp47 M Dana Copid-19 di Tangsel Gak ‘Ngefek’

0

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) dianggap Fraksi PSI lamban menangani pandemi penyebaran virus Corona. Kabar terakhir, Walikota Airin Rachmi Diany masih mengkaji anjuran pemerintah pusat soal pembatasan sosial berskala besar (PSBB)

Padahal, sudah sekitar tiga minggu Covid-19 itu mulai merebak di Kota Tangsel.

Berdasarkan data per tanggal 5 April dari Gugus Tugas Covid-19 di Tangsel, terdapat 416 (ODP), 170 (PDP), 54 (Positif), 2 (sembuh), dan 24 (meninggal). Dan bahkan hingga sekarang, data pasien yang meninggal dunia terus bertambah menjadi 30 orang.

“Pemkot Tangsel lambat untuk mencegah dan menangani Covid-19 ini,” kata Ferdiansyah Ketua Fraksi PSI DPRD Kota Tangsel dalam rilis yang diterima ATMNews.id, Selasa (7/4/2020).

Sebab kata Ferdiansyah, Covid-19 ini tidak hanya berdampak langsung pada kesehatan. Namun sendi kehidupan lainnya seperti banyaknya karyawan yang dirumah dan juga terjadinya PHK sampai juga kepada kebutuhan sehari-hari.

Dana 47 miliar yang sudah dialokasikan pemkot sejauh ini terkait Covid-19 ini dirasa belum berdampak bagi warga.

Ferdiansyah melanjutkan, terlebih masalah pemenuhan kebutuhan pokok. Karena semua dibatasi terlebih akan segera diberlakukannya PSBB oleh pemerintah pusat dan juga daerah.

“Yang pasti warga punya harapan bantuan dari Pemkot terkait pemenuhan kebutuhan pokok,” tegasnya.

Warga yang termasuk dalam ekonomi rentan di masa serba terbatas ini sangat perlu dibantu oleh pemerintah pusat maupun daerah, salah satu fokusnya terhadap hal itu.

Kami (fraksi PSI) mendorong pemkot tangsel dapat fokus terhadap masalah bantuan kebutuhan pokok ini selain fokus utama yaitu pencegahan dan penanganan covid-19.

Dari data dinas sosial kota Tangsel, terdapat sekitar 1,64% dari populasi penduduk Tangsel yang masuk dalam kelompok ekonomi rentan imbas dari Covid-19 ini.

Pemkot harus berjalan simultan dalam upaya ini, tidak hanya dilakukannya penyemprotan cairan disinfektan di lokasi publik atau rumah-rumah warga dan penyediaan APD bagi tenaga medis namun juga pemenuhan kebutuhan pokok ini menjadi penting.

Meski demikian, kami dari Fraksi PSI DPRD Kota Tangsel berharap juga ke masyarakat supaya mengikuti arahan kebijakan dari pemerintah kota. Kedepan semuanya saling menjaga jarak atau physical distancing. Artinya aktivitas kita lebih fokus di rumah dan membatasi untuk berpergian.

“Dampak sosial dalam masa-masa sulit saat ini sangat terasa, gotong royong menjadi kunci penting supaya masalah ini cepat rampung,” tukas Ferdiansyah. (red)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disperkimta Tangsel Ads
Disarankan
Loading...