Sri Mulyani, mantan Menteri Keuangan Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali masuk dalam Mentri Keuangan Kabinet Jokowi, Rabu (27/7).
Tetapi nama Sri Mulyani sudah santer terdengar menjadi calon menteri menjelang reshuffle tahap I pada Agustus 2016. Sebelum kembali ke Indonesia, Sri Mulyani adalah Direktur Pelaksana World Bank (Bank . Kariernya di dunia internasional pun diakui dunia.
Ini kutipan dari pidato terakhir yang disampaikanya waktu itu masih menjabat Menteri Keuangan era SBY, Sri Mulyani Indrawati hanya ingin mengatakan sebagai penutup, sebagian dari Anda mengatakan apakah Sri Mulyani kalah, apakah Sri Mulyani lari? Saya yakin banyak yang menyesalkan keputusan saya. Diantara Anda semua yang ada disini.
“Kemenangan dan keberhasilan saya definisikan menurut saya karena tidak didikte oleh siapapun termasuk mereka yang menginginkan saya tidak disini. Selama tidak menghianati kebenaran dan tidak mengingkari nurani serta masih bisa menjaga martabat dan harga diri saya, maka disitu saya menang. Terimakasih,” ujarnya.
Sebelumnya anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Golkar, M Misbakhun meminta Presiden Joko Widodo agar benar-benar berhitung jika memang mau menunjuk Sri Mulyani sebagai menteri keuangan. Menurut Misbakhun, jangan sampai keputusan menunjuk Sri Mulyani justru menjadi beban Jokowi.
Misbakhun mengatakan hal itu menanggapi beredarnya kabar yang menyebut Jokowi akan menunjuk Sri Mulyani menjadi menteri keuangan menggantikan Bambang Brodjonegoro. Menurut Misbakhun seperti dilansir tempo.com ada beban sejarah yang masih ditanggung Sri Mulyani soal kasus Bank Century.
“Pak Jokowi tentu mau menteri yang bekerja. Tapi yang perlu diingat jangan sampai memilih menteri justru memunculkan persoalan baru,” katanya menjelaskan.
Selain itu Misbakhun juga mengatakan, kinerja Bambang Brodjonegoro di kursi menteri keuangan sebenarnya sudah bagus. Bambang, kata Misbakhun, mampu menerjemahkan keinginan Jokowi dalam mengawal anggaran. “Pak Bambang disiplin dalam mengawal anggaran. Dan saya yakin Pak Babang sebenarnya bisa mengawal tax amnesty karena beliau juga yang membahasnya siang malam bersama DPR,” sambung Misbakhun.
Mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak itu justru khawatir soal masa depan tax amnesty jika terjadi pergantian pada posisi menteri keuangan. “Saya khawatir benar soal masa depan tax amnesty ini jika ada pergantian menkeu,” ujarnya. (wahyudin/dbs)







