Dewan Minta Dindik Kota Tangerang Cari Solusi Siswa Tak Terakomodir Zonasi

SEKOLAH SWASTA DISEBUT MEMBEBANKAN ORANG TUA SISWA

0

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Ditengah masa pandemi Covid-19, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang didesak bisa mengakomodir siswa tidak tertampung sistem zonasi saat proses Penerimaan Siswa Didik Baru (PPDB) 2020.

Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang, Saiful Milah mempertanyakan kebijakan Dindik terhadap siswa yang tidak terserap sistem zonasi PPDB di tingkat SMP.

“Ditambah sekarang pandemi Covid-19, banyak warga yang terdampak ekonomi. Kalau tidak terserap zonasi, pasti ke sekolah swasta,” terang Saiful saat ditemui dikediamannya, Selasa (16/6/2020).

Ia menjelaskan, apabila siswa tak terserap zonasi dan masuk ke sekolah swasta orang tua murid ditambah beban baru. Yaitu, seperti membeli formulir, buku, seragam dan yang lainnya.

“Jangan bicara kondisi bahwa swasta ngga dapet murid. Kalau ke sekolah negeri itu pilihan, tetapi karena tidak diterima akhirnya ke swasta. dengan resiko ekonomi. Ditambah pandemi seperti ini, banyak juga kategori warga miskin baru. Kalau sekolah negeri kan bisa lebih ringan ada subsidi dana BOS,” ucapnya.

Kata Saiful, beberapa waktu lalu Dindik Kota Tangerang dipanggil terkait permasalahan tersebut. Namun kata dia, pihak dinas tidak bisa menjelaskan solusi secara gamblang.

“Walikota Tangerang (Arief R Wismansyah,red) dan kepala dinas jangan berlindung dengan sekolah negeri dibangun terus disetiap kecamatan swasta tak dapat murid. Ini menguji kemampuan pemkot dalam dunia pendidikan,” tegasnya.

Politisi Golkar itu juga menekankan, Pemkot Tangerang harus mecari solusi mengucurkan dana untuk mengawal siswa yang tak terserap zonasi. Sebab, penyerapan zonasi dalam PPDB tingkat SMP itu dua banding satu.

“Sekarang SD sudah selesai sama Wahidin Halim saat zaman masih walikota. Dan sekarang SMP, saya minta Pemkot Tangerang konsentrasi. Ditambah lagi sekarang kan pandemi, warga banyak juga yang menjerit,” tuturnya.

Saiful berpesan, Pemkot Tangerang harusnya mendata warga penerima sembako yang anaknya tidak terserap zonasi. Kata dia, dari hal itu saja sudah terlihat dimasa sulit seperti ini.

“Kenapa begitu, supaya bisa melanjutkan pendidikan. Minimal basis data yang menerima sembako. Jangan hanya sembako saja. Mereka penduduk Kota Tangerang, bayar pajak disini juga ko,” pungkasnya. (hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan. Penamerdeka.com tidak bertanggung jawab dengan isi komentar, tulisan komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator sesuai aturan UU ITE