Kalkulasi Pilkada Kota Tangsel dan Solo, Putri Maruf Amin tak Semoncer Putra Jokowi

DEMOKRAT BELUM KETEMU JODOH KOALISI PILKADA

0

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Pilkada Kota Tangsel dan Solo dua (2) diantara 270 penyelenggaraan kepala daerah serentak tahun 2020. Siti Nur Azizah putri wakil presiden (Wapres) KH Maruf Amin sudah tercatat sebagai bakal calon (Bacalon) Walikota Tangsel.

Gibran Rakabuming Raka putra Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) juga sudah mendeklarasi sebagai Bacalon walikota Solo.

Menurut Miftahul Adib pengamat politik asal Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang Pilkada Kota Solo dan Tangsel kerap disebut menjadi ajang kekuatan orang nomor satu dan dua RI.

DUKUNGAN PENGUSUNGAN PARTAI KOALISI

Meskipun Siti Nur Azizah bertarung di Pilkada Kota Tangsel yang disebut lebih seksi, Gibran Rakabuming terlihat lebih mulus ketimbang putri tokoh NU itu. Terkait partai koalisi, Nur Azizah awal ketika menjadi Bacalon, sejumlah pihak memprediksi mantan pejabat di Kemenag RI itu bakal mudah mendapat pengusungan partai.

“Gibran Rakabuming lebih lancar ketimbang Siti Nur Azizah. Anak Wapres KH Maruf Amin kalau urusan rekomendasi pencalonan partai hingga kini masih berjalan di tempat,” kata Adib dihubungi penamerdeka.com, Minggu (28/6/2020).

Kata pria yang akrab disapa Adib ini, Raka memang berangkat dari PDI-Perjuangan, dari 45 kursi yang tersedia di DPRD Kota Solo partai berlambang banteng moncong putih itu sudah mengantongi 30 kursi dari 9 kursi syarat pencalonan.

“Artinya PDI-P ketika mengusung Gibran sudah mendominasi syarat pengusungan calon dengan 30 kursi. Ditambah partai Gerindra, Demokrat dan Golkar, PAN dan partai koalisi di pusat lainnya belakangan ‘berebut’ ikut mengusung. Ini kan sudah melenggang untuk syarat pencalonan nanti di KPU yang hanya 9 kursi saja. Faktanya memang berbeda konstelasi magnet putra Presiden dan Wapres dalam pencalonan di Pilkada di Solo dan Tangsel,” ungkap Adib.

PILKADA KOTA SOLO DAN TANGSEL PUNYA CIRI BEDA

Magnet KH Maruf Amin karena berangkat bukan dari kepentingan koalisi pusat tidak mudah mendapat efek pengusungan jalur partai. Gibran kata Adib bukan Siti Nur Azizah dan Jokowi bukan Maruf Amin. Artinya peruntungan keduanya mempunyai peta dan kepentingan berbeda.

Pilkada Tangsel lebih dinamis, sementara di Solo militansi PDI-P yang dominan pasti akan bergerak memperjuangkan Gibran. Tidak demikian ketika bicara di Tangsel, ini keuntungan yang sudah dikantongi Gibran Rakabuming.

Pengamat Politik Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang, Miftahul Adib.

 

“Pilkada Kota Tangsel sangat heterogen dan nantinya mempunyai kompetitor calon yang lebih kompetitif. Benyamin Davnie disebut berpasangan dengan Pilar Saga Ichsan. Ada juga nama kandidat yang sudah mulai mengerucut sebagai Bacalon yakni Sekda Kota Tangsel Muhamad atau keponakan Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati. Calon juga muncul dari PKS. Jadi memang lebih dinamis bukan saja dari pengusungan tetapi lawan dan wilayah politik yang berbeda tidak bisa disamakan meski anak orang nomor satu dan dua Indonesia,” kata Adib.

“Kembali ke persoalan rekomendasi Siti Nur Azizah belakangan menjadi kader partai Demokrat supaya otomatis mendapat tiket pengusungan. Ok, itu sudah berjalan tetapi Demokrat di DPRD Tangsel kan hanya lima kursi. Ketika ‘ikhtiar’ dengan PKS dan partai lainnya juga ternyata belum seperti yang diharapkan,” ungkap Adib.

Meskipun konstelasi masih potensial berubah tetapi ketika akan menjajaki kepada bakal pasangan calon Nur Azizah cukup kesulitan tidak segampang untuk pencalonan Gibran di Solo.

“Ini tantangan buat Siti Nur Azizah. Kerja timses harus ekstra. Usaha yang dilakukannya sudah cukup bagus. Dibanding dengan Bacalon walikota lain menurut saya figurnya patut diperhitungkan,” tukas Adib.

PR SITI NUR AZIZAH

Dia melanjutkan, terbukti dia dan tim sudah bergerak turun ke bawah di berbagai kesempatan isu-isu yang tidak dimanfaatkan calon lain seperti wakil walikota Benyamin Davnie atau Sekda Muhammad.

Nur Azizah dalam sejumlah peristiswa langsung turun. Kasus orang miskin tak dapat bansos, peristiwa perkosaan di bawah umur Nur Azizah terjun langsung dia sudah percaya diri memanfaatkan isu tersebut untuk kapitalisasi atas nama elektabilitas. “Nah ini menurut saya sebuah investasi atau modal besar untuk terus memperkenalkandiri kepada publik Tangsel,” ucapnya.

Partai lain masih menimbang sejauh mana figur Nur Azizah bisa bersaing dan mempunyai kans untuk menang. Nah ini juga biasa dalam partai politik ada teori pragmatis bahwa mereka tidak mau asal memberi dukungan ketika memang peluang untuk menangnya juga kecil.

Di penghujung jelang pendaftaran ke KPU (last minute) duet atau rangkaian calon walikota dan wakil walikota baru ditentukan. Ini juga pasti tergantung track record calon bisa berdasarkan survei dan parameter lainnya.

“Namun ini tentunya harus juga terus digelar jalinan-jalinan komunikasi dengan partai lain karena kursinya kan tidak mencukupi,” pungkas Adib. (red/yud)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan. Penamerdeka.com tidak bertanggung jawab dengan isi komentar, tulisan komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator sesuai aturan UU ITE