Pertahana Diminta Tidak Politisasi Bansos Covid-19 untuk Pilkada

0

JAKARTA,PenaMerdeka – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian meminta kepala daerah yang akan maju kembali dalam kontestasi pilkada atau petahana tidak politisasi bansos atau bantuan sosial untuk pilkada.

Tito juga menegaskan, bahwa hanya identitas lembaga pemerintahan yang boleh digunakan untuk penyaluran bansos.

“Dilarang keras bansos menggunakan identitas pribadi dari kepala daerah petahana, yang boleh hanya identitas lembaga pemerintahan sebagai bagian identitas tata kelola keuangan,” tegasnya dalam siaran persnya, Senin (13/7/2020).

Dia mengatakan, tidak mungkin menghentikan bansos di tengah pandemi untuk menghindari politisasi. Pasalnya bansos merupakan salah satu langkah dalam penanganan dampak ekonomi dan sosial COVID-19.

“Soal Bansos tidak mungkin dihentikan dalam rangka penanganan pandemi COVID-19. Sasaran bansos itu kan menyangkut fasilitas kesehatan, penangananan dampak sosial-ekonomi COVID-19, sosial safety net. Ketiga hal tersebut merupakan kesatuan yang harus dilakukan secara paralel,” jelasnya.

Tito mengatakan bahwa pilkada di 270 daerah harus menjadi momentum untuk memilih pemimpin yang baik dan berkualitas. Terutama yang mampu memimpin di saat krisis.

“Ini momentum bagi kita juga untuk memilih pemimpin yang baik. Pemimpin yang kuat itu adalah bukan pemimpin di masa aman, di masa damai, bukan, tapi pemimpin yang kuat adalah ketika terjadi badai, ketika terjadi krisis,” pungkasnya. (Jirur)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...