Asyik Head to Head atau Tiga Paslon? Nih Kasak-kusuk Politisi Jelang Pilkada Kota Tangsel

DINAMIKA PILKADA TANGSEL MASIH BISA BERUBAH

0

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Sejumlah politisi sudah mengkalkulasi jika perhelatan Pilkada Kota Tangsel bakal diisi tiga kandidat atau head to head dua pasangan calon (Paslon).

Dengan tiga paslon memenangi perhelatan lebih sulit, biasanya harus menerima konsekwensi menguntungkan salah satu Paslon. Jelang rekomendasi digelontorkan tarik ulur bergaining dan sharing power politik segala sesuatunya pasti bisa terjadi. Lantas apakah dengan head atau lebih dari dua kandidat?

Ada sekitar 46 nama bakal calon yang sempat tercatat mengikuti penjaringan di sejumlah partai, kini perkembangan terkini bakal Paslon Pilkada Kota Tangsel 2020 mulai mengerucut  dari hanya beberapa nama saja.

Mukhlis Ketua Desk Pilkada Banten PDI-Perjuangan menyebut hingga sekarang partainya masih menggodok nama bakal Paslon untuk Pilkada Tangsel.

Meskipun untuk Kabupaten Serang dan Pandeglang sudah mengeluarkan rekomendasi. Untuk Pilkada Tangsel dan Cilegon DPP PDI-Perjuangan masih mencari nama yang pas.

SIAP HINGGA AKAR RUMPUT

Partai wong cilik ini kata dia, sudah mempersiapkan infrastruktur hingga ke jaringan tingkat RW di Tangsel. Jadi jika nanti ada tiga atau dua paslon sudah matang hingga akar rumput untuk meraup suara pemilih.

Untuk perhelatan Pilkada, dia mengklaim tidak hanya menurunkan kandidat saja, jadi kenapa mesti lama lantaran PDI-Perjuangan mencari sosok bagus untuk memenangkan ajang pemilihan walikota dan wakil walikota nanti.

“Nama-nama sudah di DPP, ada dari internal dan bukan. Semuanya masih digodok. Persoalannya bukan hanya tampil, menang tapi selesai itu penting juga adalah calon yang diusung bisa mensejahterakan Tangsel lebih maju,” kata Mukhlis dihubungi penamerdeka.com, Rabu (3/6/2020) malam.

Jumlah kursi yang dikantongi PDI-P di DPRD Tangsel saat Pileg 2019 lalu sebanyak 8 kursi. Tetapi untuk memenuhi syarat pengusungan calon harus mencukupi 10 kursi ketentuan Undang-undang. Maka pihaknya harus berkoalisi dengan partai lain.

“Yang pasti di Pilkada nanti kami sudah mempunyai fungsionaris hingga tingkat RW, atau anak ranting se-Tangsel, 735 kepengurusan anak ranting di grasroot menjadi modal harus menang. Apakah dengan head to head atau tidak,” pungkas Ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Banten ini.

KAMPANYE DITIADAKAN, SOSIALISASI DIGITAL COCOK DI TANGSEL

Sementara Ferdiansyah politisi asal PSI menyebut Pilkada Kota Tangsel Desember 2020 nanti akan menghangat. Jika nanti diprediksi ada tiga Paslon misalkan Benyamin Davnie dengan pasangannya lantas Siti Nur Azizah sudah menentukan wakilnya serta Muhamad juga maju tentunya ini menjadi tugas kerja para tim sukses.

“Kalau dalam PKPU nanti ditiadakan kampanye maka mesin partai pengusung, tim sukses atau relawan calon harus berputar otak merangcang strategi memperkenalkan calon. Tidak seperti sebelum-sebelumnya kan. Kalau dahulu ada kampanye akbar alternatif untuk mendongkrak dan meyakinkan calon pemilih dengan programnya,” tukas Ferdiansyah.

Dalam kondisi lantaran Covid-19, langkah-langkah pertemuan dengan jumlah orang terbatas, karena larangan kerumunan massa. Dengan contoh tiga Paslon atau dua juga harus memperkuat terobosan karena di era digital bisa mengkampanyekan calon melalui medsos karena ditiadakan kampanye tadi.

“Tangsel merupakan daerah yang paling ‘berisik’ jika dilihat dari analitik medsos,” tukasnya.

Kendati kata dia, ada kelompok masyarakat yang tidak tersentuh dengan kampanye dunia medsos. Contonya ada juga calon pemilih darI usia lanjut. Ini harus dipikirkan kembali dari tim sukses untuk mensosialisasi calon.

Terkait pencalonan di PSI, partainya sadar dengan perolehan 4 kursi harus mencari kawan koalisi supaya bisa meendaftar sebagai paslon. Ferdiansyah juga mengaku sampai saat ini sudah melakukan komunikasi inten dengan Gerindara dan PDI-Perjuangan.

“Sekda Muhamad yang digadang bakal diusung PSI sudah mengantongi popularitas yang signifikan meskipun masih menjadi PR kami karena ada sebagian masyarakat yang juga belum mengenalnya,” pungkasnya.

HEAD TO HEAD VERSUS PETAHANA

Sementara Yudi Budi Wibowo Sekretaris DPC Gerindra Kota Tangsel menyebut jika perhelatan nanti akan ada tiga calon dan mempunyai semangat perubahan. Tentunya bakal lebih sengit untuk memperjuangkan kemenangan. Dia menambahkan Gerindra menginginkan dua calon kalau mendorong semangat perubahan.

Petanya yakni paslon yang berangkat dari petahana dan satu pasangan lagi yang ingin adanya perubahan meskipun hal ini belum dikatakan sudah final. Pasalnya, dinamika atau konstelasi politik bisa berubah kapan saja.

“Realita tiga kandidat saat ini memang muncul tetapi persoalannya semuanya belum final. Siti Nur Azizah mengklaim sudah mendapat surat tugas dari Demokrat, namun mereka baru mempunyai 5 kursi tentu harus mencari partai koalisi. PKS juga belum menetapkan Ruhamaben karena punya 8 kursi harus juga mencari koalisi lagi. Kalau PKS mau menjadi wakil berarti dengan Demokrat sudah menjadi pasangan, tapi apakah PKS mau?, semua belum final apalagi kan ada kawan-kawan partai lain yang harus diperhitungkan,” tegas Yudi.

Perkembangan komunikasi politik Gerinda saat ini diakuinya sudah inten dengan PAN, dan jika terjadi ini menurutnya sudah cukup menggenapi kuota pencalonan. Meskipun Yudi juga mengklaim ada komunikasi dengan Parpol lain, apalagi kalau kami bisa berkoalisi dengan PDI-Perjuangan.

Tetapi yudi menyebut semua keputusan ada di DPP. Kami sudah punya kandidat dari internal dan sejumlah bakal calon yang sempat mendaftar penjaringan di Gerindra. (yud/red)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan. Penamerdeka.com tidak bertanggung jawab dengan isi komentar, tulisan komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator sesuai aturan UU ITE