Gaji Tak Dibayar, Karyawan PT SCG RI Ngadu ke Disnakertrans Banten

GAJI PUN DIANGGAP TIDAK SESUAI UMSK

BANTEN,PenaMerdeka – Karyawan PT SCG Readymix Indonesia Plant Serpong mengadukan kasus perselisihan hak kepada Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Banten. Pasalnya, mereka mengklaim tidak mendapatkan haknya berupa satu bulan gaji dibulan Juli 2020 lalu.

Selain itu, pembayaran gaji enam bulan sebelumnya juga tidak sesuai dengan upah minimum sektoral Kota/Kabupaten (UMSK) Kota Tangerang Selatan tahun 2020.

Dan itu menurutnya, padahal sesuai dengan SK Gubernur Banten no.561/Kep 349 huk/2019 dan kesepakatan perusahaan dengan Karyawan yang tertuang dalam Perjanjian Bersama (PB) Tangerang Raya pasal 3 ayat 1 yang menyepakati upah sektoral dibayar mulai Januari.

Kepada wartawan, Ketua PC SPL-FSPMI Tangerang Raya Sopiyudin mengapresiasi pihak Disnakertrans Banten yang menerima dengan baik kedatangannya terkait pengaduan gaji dari karyawan PT SCG Readymix Indonesia plant serpong yang belum dibayar pihak perusahaan.

“Karyawan sudah mencoba berkomunikasi via telepon dan melayangkan surat klarifikasi terkait gaji yang tidak dibayarkan namun tidak ada respon apapun dari perusahaan. Dengan tidak ada respon dan itikad baik dari perusahaan maka kami melaporkan ke Pengawasan Ketenagakerjaan
Disnakertrans Banten,” katanya di Kota Serang, Rabu (5/8/2020).

Lanjut Sopiyudin, dengan tidak dibayarkan gaji bulan Juli tahun 2020.

Kami menduga ini sebagai bentuk intimidasi dengan tujuan agar karyawan tidak memiliki uang yang cukup untuk kebutuhannya.

Dengan tidak menerima gaji maka kondisi karyawan semakin terpuruk. Untuk menutupi kebutuhan makan mereka sehari hari saja sangat sulit, apalagi membayar kontrakan, angsuran rumah, dan lainnya.

Dugaan adanya intimidasi seperti ini, pada akhirnya karyawan menerima tawaran pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Dengan kompensasi yang telah di tetapkan perusahaan tanpa dapat dilakukan negosiasi besarannya hak pesangon,” pungkasnya. (dra)

Disarankan
Click To Comments