Pemkab Bekasi HUT RI Ke 75

Bakal Dilapor Balik Atas Pelaporan Kredit Fiktif Bank Banten, Ojat Sangkal Bukan Pelapor

AKAN MENGAMBIL LANGKAH HUKUM LAIN

BANTEN,PenaMerdeka – Pihak Bank Banten menurut informasi bakal melaporkan balik M Ojat Sudrajat ke Polda Banten atas dugaan pencemaran nama baik. Diantaranya pernyataannya di sejumlah media perihal pelaporan dugaan kredit fiktif Bank Banten.

Sementara M Ojat Sudrajat ketika dikonfirmasi menyangkal atas pelaporan kredit fiktif yang ada di Bank pelat merah itu.

Dia mengaku yang dilaporkan ke Mabes Polri terkait adanya dugaan rekayasa Non Performing Loan (NPL) pada laporan keuangan Bank Banten.

“Terkait dugaan kredit fiktif, bukan saya pelapornya. Saya tidak tahu pelapornya siapa, tapi yang pasti itu sudah berjalan dari bulan februari 2020. Saya baru melaporkan terkait kasus dugaan rekayasa terhadap nilai NPL pada laporan keuangan Bank Banten tahun 2019 yang nilainya 4,01 persen,” kata Ojat saat ditemui, Kamis (6/8/2020).

Dia menyampaikan, dalam keadaan kategori bank dalam pengawasan intensif yang menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor 15 tahun 2017 kategori itu NPL-nya pasti di atas 5 persen.

Maka itu kata Ojat, hal tersebut yang menurutnya ada rekayasa dalam Bank Banten.

“Terkait kredit fiktif, ketika saya mengadukan tentang dugaan rekayasa itu, saya tanggal 28 Juli 2020 malam dihubungi seseorang dari Mabes Polri yang meminta saya untuk datang ke Mabes Polri pada tanggal 29, tapi saya datang tanggal 30-nya dengan ditemani kuasa hukum. Kemudian ketemu dengan salah satu penyidik di Bareskrim Mabes Polri, kebetulan sedang mengelidiki kasus dugaan kredit fiktif, bahkan sebentar lagi akan naik ke penyidikan,” tuturnya.

Ia menambahkan, terkait nilai dan sebagainya yang Ia sebutkan di presrilis, itu hanya kisaran.

Walaupun, sambungnya mereka sudah menyebutkan nilainya berapa. Hal itu kemudian dibuktikan dengan proses penyelidikan yang sudah berjalan. Salah satunya adalah surat panggilan atas nama inisial F di Bank Banten terkait dengan dugaan pemberian kredit senilai 58 miliar kepada PT HNM.

“Apabila Bank Banten katanya bakal melaporkan saya terkait pencemaran nama baik. InsyaAllah dengan data yang ada dan sumber informasi yang valid, karena sumber ini dari penyidiknya langsung. Kemudian ada kesaksian dari kuasa hukum yang waktu itu menemani saya. InsyaAllah saya siap menghadapi ini, bukan berati menantang, tapi saya sebagai warga negara yang baik harus taat terhadap hukum,” katanya.

Selain itu, terkait dengan adanya tuduhan kepadanya yang memakai data ilegal, menurutnya data tersebut bisa dipertanggungjawabkan.

“Katanya saya menggunakan data ilegal. Insya Allah saya dapat mempertanggungjawabkan secara hukum. Jika benar akan ada laporan, mungkin kita juga akan mengambil langkah hukum lain, karena hak kami juga kalau kemudian mengambil hak hukum lain,” tukasnya. (dra)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...