Hari pertama menjabat, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy banyak berkomentar tentang hal yang ada di kantor barunya. Karena di hari itu Muhajir keliling mengecek beberapa kondisi ruangan di kantor yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta tersebut, Kamis (28/7).
Sebelum mengecek beberapa ruangan didalam Kemendikbud, Muhadjir mengadakan rapat dengan pejabat eselon I dan II. Kemudian Muhadjir langsung berjalan mengelilingi Gedung Kemedikbud yang didampingi sejumlah pegawai untuk mengecek ruang kerjanya dan ruang lain di lantai 2 gedung A.
Di lantai 2 gedung A ada ruang tunggu wartawan dan ruang staf khusus. Sambil mengelilingi kantor Kemendikbud, Muhadjir menyampaikan sejumlah masukan-masukan, dan yang paling utama adalah soal kondisi ruang kerjanya sendiri.
“Kantor saya itu terlalu berlebihan, banyak tempat rapat. Untuk apa itu?” kata Muhadjir kepada salah seorang pegawai yang ikut mendampingi di Kantor Kemendikbud tersebut.
Setelah itu, Muhadjir mengecek toilet di lantai yang sama. “Ini kok bau pesing,” ujar Muhadjir.
Dan ia juga memberikan masukan terkait tempat wudhu yang ada di dalam kantor tersebut. Muhadjir menyampaikan keinginannya bila menempatkan kembang di ruangan mesti yang tumbuh. “Saya enggak mau ada bunga plastik,” ucapnya.
Muhadjir meminta semua ruangan yang berada di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan digunakan secara efektif dan efisien. Karena itu prinsip yang di jalankan perusahaan-perusahaan modern yang ia lihat di Singapura, ujarnya.
Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu mengaku sengaja datang lebih pagi karena memang ingin melihat ruangan di Kantor Kemendikbud dalam keadaan kosong. Namun ternyata, pegawai sudah banyak yang datang. “Artinya pegawai di sini sangat disiplin. Taat kepada jadwal kerja yang sudah dituangkan,” ujar Muhadjir. (alip/dbs)







