Partisipasi Politik dan Sosmed Bagi Pemilih Pemula di Pilkada 2020 Tangsel

Dr. Umaimah Wahid, M.Si Dosen Universitas Budi Luhur

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan dilaksankan serentak pada 20 Desember 2020. Ada 270 daerah yang akan mengikuti Pilkada Serentak ini. Salah satu pemilih yang potensial dalam Pemilukada kota Tangerang Selatan (Tangsel) adalah pemilih pemula yaitu mereka yang mempunyai hak pilih pertama sekali dalam hidup mereka setelah berumur 17 tahun dan mempunyai e-KTP.

Hak pilih tersebut tercantum dalam UU No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu memberikan jaminan bagi pemilih pemula yang pada 17 April 2019 genap berusia 17 tahun guna menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu 2019.

Pemilih pemula perlu diberikan pengetahuan sehingga muncul kesadaran agar mereka menggunakan hak pilih mereka yang merupakan ‘Hak Asasi” dan dilindungi Undang-Undang. Muncul kekhawatiran muncul gejala apolitis ini bukan muncul karena maraknya persekusi dan intimidasi misalnya perundungan dan pengucilan di lingkungan sosial karena perbedaan politik, tapi pola apolitis sudah dibentuk lama sejak menjalani pendidikan di rumah.

Partisipasi pemilih muda harus dibangun karena suara generasi muda merupakan bentuk tanggung jawab terhadap proses keberlanjutan daerah, namun juga tanggung jawab sebagai warga negara terlibat aktif dalam proses politik.

Rasa partisipasi yang tinggi mendorong pemilih pemula menganggap suatu keharusan dalam memberikan suara dalam Pemilu. Hal ini menjadi alasan mereka karena akan menjadi pengalaman pertama dalam hidupnya, terutama dalam pesta demokrasi. Sekaligus proses pembelajaran politik yang sangat diperlukan dalam pembentukan sebagai generasi muda Indonesia, sekaligus bentuk bela negara.

Pemilih pemula menjadi incaran para kontestan Pemilu. Baik dari partai politik maupun personal termasuk pendukungnya. Pemilih pemilu yang rentan dipengaruhi ini sangat mudah dijaring dan akan menjaring teman yang lain.

Namun sebagai generasi penerus tentunya juga harus belajar kepada yang lebih paham tentang Pemilu. Suara mereka harus digunakan dengan semurni mungkin, terhindar dari money politics yang sudah mewabah dalam pemilu di Indonesia.

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tangerang Selatan menyebutkan bahwa jumlah pemilih pemula yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah Tangerang Selatan Desember mendatang sebanyak12.433 orang dan Data tersebut terdiri dari 12.029 pemilih pemula yang tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) dan 404 pemilih pemula dalam daftar pemilih tetap tambahan (DPTb 1) (Home News Megapolitan KPUD Tangsel, 2015).

Tingkat Partisipasi yang tinggi merupakan salah satu bentuk tanggung jawab generasi muda terhadap keberlangsung sosial politik di Kota Tangerang Selatan. Partisipasi merupakan salah satu aspek penting dari demokrasi.

Asumsi yang mendasari demokrasi (partisipasi) merupakan orang yang paling tahu tentang apa yang baik bagi dirinya adalah orang itu sendiri. Karena keputusan politik yang dibuat dan dilaksanakan oleh pemerintah menyangkut dan mempengaruhi kehidupan warga negara masyarakat berhak ikut serta menentukan isi keputusan yang mempengaruhi hidupnya dalam keikutsertaan warga Negara dalam mempengaruhi proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan politik.

Kegiatan warga Negara biasa dibagi dua mempengaruhi isi kebijakan umum dan ikut menentukan pembuatan dan pelaksanaan keputusan politik.

Di era digital yang melahirkan generasi milineal saat ini, tingkat pastisipasi politik dipengaruhi oleh berbagai bentuk informasi yang dikonsumsi oleh masyarakat, yang dalam konteks ini adalah pemilih pemula.

Remaja milineal merupakan pengguna sosial media yang sangat aktif, dan menjadikan sosial media sebagai pilihan sumber utama dalam keseharian mereka. Mereka justru belajar politik dari berbagai informasi dari media, seperti sosial media. Oleh karenanya sangat mungkin pola pikir dan perilaku politik mereka terpapar oleh berbagai informasi politik yang mereka konsumsi dan terima dari sosial media.

Tahun 2020 disebutkan bahwa ada 175,4 juta pengguna internet di Indonesia. Dibandingkan tahun sebelumnya, ada kenaikan 17% atau 25 juta pengguna internet di negeri ini. Berdasarkan total populasi Indonesia yang berjumlah 272,1 juta jiwa, maka itu artinya 64% setengah penduduk RI telah merasakan akses ke dunia maya.

Rata-rata waktu yang dihabiskan masyarakat Indonesia untuk mengakses sosial media selama 3 jam 26 menit. Total pengguna aktif sosial media sebanyak 160 juta atau 59% dari total penduduk Indonesia. 99% pengguna media sosial berselancar melalui ponsel (Jayani, 2020).

Fenomena tersebut menjelaskan bahwa di era milenial seperti saat sekarang ini, sosial media sebagai salah satu hasil dari perkembangan teknologi sudah sangat lekat dalam keseharian masyaraka, termausk dalam kaktivita spolitik seperti sosialisasi dna kampanye Pilkada 2020.

Permasalalah yang dihadapi pemilih pemula adalah Kurangnya pemahaman dan kesadaran sebagai pemilih pemula mengenai paktivitas politik yang menyebabkan rendahnya partisipasi politik dalam Pilkada.

Masalah lainnya Jumlah warga remaja atau pemilih pemula banyak, namun kurangnya aktivitas mengenai pendidikan politik sehingga berpengaruh terhadap tanggung jawab sebagai warga negara, dan bahkan mereka cenderung mempunyai pemahaman bahwa pemilukada bukan proses politik yang penting atau ‘bukan urusan gua”.

Lembaga pendididikan seperti sekolah dan universitas cenderung tidak memberikan pendidikan politik kepada remaja/siswa/siswi sebagai pemilih pemula sehingga mereka belajar tentang politik dan tanggung jawab sebagai warga negara melalui berbagai informasi dari sosial media yang mungkin tidak tepat sehingga memunculkan siapa apatis dan curiga terhadap proses politik.

Oleh karenanya tujuan kegiatan ini 1) meningkatkan hubungan dan kerjasama antara lembaga pendidikan (Universitas Budi Luhur) dengan kelompok masyarakat, khususnya SMA Islam Cikal Harapan, yang selama ini juga menjadi salah satu target promosi calon mahasiswa baru Universitas Budi Luhur. 2) Merealisasikan program Tridharma Universitas Budi Luhur dalam bidang pengabdian masyarakat. 3) Memberi pengetahuan, pemahaman dan keterampilan di bidang komunikasi politik terutama dalam hal pentingya partisispasi politik dan peran sosial media dalam komunikais politik kepada remaja atau pemilih pemula yaitu siswa/siwi SMA Islam Cikal Harapan Kelurahan Rawa Buntu Kecamatan Serpong Tangerang Selatan (Tangsel). 4) Menyebarkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang komunikasi Politik dan pemanfaatan media sosial sebagai sumber informasi politik. 5) Memberikan pemahaman mengenai etika berkomunikasi politik agar remaja/ pemilih pemula tidak terpapar informasi hoax, yang mengakibatkan mereka menjadi remaja yang apatis terhadap tanggung jawab politik sebagai warga negara khususnya generasi muda. 6 ) Meningkatkan kesadaran terhadap pentingkan partisipasi politik dan pemanfatan sosial media yang bijak sebagai sumber informasi politik dan 7) Meningkatkan partisipasi politik di kalangan pemilih pemula.

Kegiatan PKM dilaksanakan di Sekolah SMA Islam Cikal Harapan 01 Serpongi merupakan sekolah swasta yang bernuansa Islami yang terletak di Kelurahan Rawa Buntu, Kecamatan Serpong Tangerang Selatan.

Target pelaksanaan PKM yang bertema “Penyuluhan Partisipasi Politik Dan Sosial Media Bagi Pemilih Pemula Pemilihan Umum Daerah (Pemilukada) 2020 Di Sekolah Menengah Atas (SMA) Islam Cikal Harapan 01 Bumi Serpong Damai Tangerang Selatan”, menargetkan sasaran kepada siswa/siswi SMS kelas 1, 2 dan 3. Mereka merupakan remaja berusia 15 sd 18 tahun yang muli mengalami perubahan baik fisik maupun mental.

Peran penting PPM ini adalah berubaya memberikan Pendidikan politik bagi masyarakat yang dalam hal ini adalah 1) Pemilih pemilu khususnya pemilih pemula Kotamadya Tangerang Selatan yang mempunyai hak pilih pada Pilkada 2020 yang akan dilaksanakan pada Desember 2020 mendatang. 2) Literasi tentang hak pilih pemilih pemula 3) Memaknai wujud sistem demokrasi yang berlaku di negara Indonesia. 4) Menumbuhkan tanggunga jawab sebagai warga negara ikut menetukan arah pembangunan dan kebijakan. 5) Mengetahui politik dan proses penggantian kekuasaan dalam setiap sistem dan level masyarakat termasuk pemilihan umum di sekolah. 6) Belajar dari awal terkait hak dan k ewajiban sebagai warga negara Republik Indonesia yang dilindungi undang-undang.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan dilaksanakan pada hari Selasa, Tanggal 11 Agustus 2020, Pukul 12.30 – 14.30 WIB. Dilaksanakan secara daring (online).

Pelaksanaan program PKM dapat dikatakan keduanya relevan karena mempunyai pengetahuan, keahlian dan pengalama terkait isu PKM yang dilaksankan yaitu Komunikasi Politik. Pemateri, Dr. Umaimah Wahid merupakan pengajar, pemerhati dan penulis buku Komunikasi Politik.

Aktif dalam berbagai organisasi dan aktivis mahasiswa dan advokasi Hak asasi manusia dan kajian perempuan. Sekaligus pemerhati femomena komunikasi politik yang acapkali diminta pendapat oleh media, serta menulis opini terkait fenomena komunikais politik. Modul/PPT yang dipersiapkan dan dismapaikan adalah “Peran Serta Pemilih Pemula dalam Pemilukada 2020”.

Topik pertama ini disampaikan oleh Dr. Umaimah Wahid yang menjelaskan Legalitas pelaksanaan Pemilu, Pemilukada dan Pemilukada Serentak 2020. Pemilu merupakan wujud dari sistem dmeokrasi yang mana setiap negara yang menganut sistem politik demokrasi akan melaksanakan pemilu untuk menjamin pergantiaan kepemimpinan dan kekuasaan.

Dalam setiap pelaksanaan pemilu/pemilukada selalu ada pemilih pemula yaitu mereka yang berusi 17 sd 21 tahun dan pertama sekali memberikan hak pilik mereka. Pemilih pemula harus mempunyai pengetahuan mengenia proses pemilukada.

Oleh karenanya PKM ini sangat diperlukan agar pemilih pemula mempunyai pengetahuan dan langka-langkah yang gitu sebagai pemilih muda yang cerdas, tidak dimanfaatkan saja oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab demi kepentingan pemilu sesaat.

Pemateri kedua, Amin Aminuddin, M,Ikom., adalah dosen yang mengajar Teori Komunikasi Filsafat Komunikasi dan Teori Komuniaksi Massa“. Aktif di beberapa organisasi mahasiswa, pemuda dan sosial dan sejak mahasiswa dan hingga saat ini.

Pengurus beberapa organisasi tingkat daerah dan nasional, serta mempunyai kemapuan terkait sosial media dan teknologi komunikasi. Pada Pelaksanaan PKM ini, menyampaikan topik mengenai “Media Sosial dan Literasi Pemilih Pemula yang Cerdas Berbudi Luhur”.

Pemilih pemula adalah mereka yang tergantung pada media baru dan sosial media. Terpaan sosial media membuka peluang luas dan hampir tanpa batas pada khalayak dalam menggunakan media untuk membagi dan akses informasi dalam berbagai bentuk.

Namun terkadang kondisi ini memberi ruang pada munculnya berita.informasi bohong/hoax yang tidak betanggung jawab, dan seringkali digunakan dalam kampanye politik untuk menjatuhkan lawan.

Kegiatan dimulai pada pukul 12.00 – 12.00 WIB. Peserta PKM yang terdaftar Siswa dan Siswi sejumlah 125 orang dna guru sejumlah 18 orang. Selain murid, guru-guru, kepala sekolah dan wakil kepala skeolah juga ikut hadir memberi dukungan pada pelaksaan acara tersebut. Tepak pukul 12.20 siswa/siswi dan guru-guru sudah bergabung dalam kegiatan.

Dimulai menyapa secara informal dan saling menyapa sebagai bentuk silaturrahmi. Pelaksanaan PPM juga melibatkan dua mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi yaitu Sarmila dan Novi Sari Dewi. Keterlibatan mahasiswa tujuannya adalah untuk pengembangan mengenai kehiduapan real ditengah masyarakat sekaligus praktek darti teori yang dipelajari dibangku kuliah.

Sekolah menyambut baik kegiatan ini, sebagaimana Wakil Kepala Sekolah, Ibu Azizah kepala sekolah menyatakan menyambut baik pelaksaan PKM karena dapat menammenyampaikan bahwa siswa/siswi membutuhkan pengetahuan dan wawasan siswa/siswi berkaitan dengan pemilu dan pemilih pemula.

Walau sebagain besar belum mempunyai hak untuk ikut pilkada Tangerang Selatan 2020, namun pengetahuan dari kegiatan ini dapat bermanfaat ketika pemilihan OSIS dan Pergantuan ketua kepengurusan Organisasi ekstra kurikuler sekolah lainnya.

Harapannya kerjasama ini akan dilanjutkan ke depannya dengan kegiatan lainnya yang mendukung pembelajaran yang diterima siswa/siswi di semester mendatang.

Luaran selanjutnya yang direncanakan akan dipublikasikan adalah artikel terkait tema PKM yang dilaksanakan dengan artikel pada jurnal pengabdian masyarakat terindek sinta dengan judul : “Partisipasi Politik dan Sosial Media Bagi Pemilih Pemula Pemilihan Umum Daerah (Pemilukada) 2020 Tangerang Selatan”.

Disarankan
Click To Comments