Sengketa Lahan di Pinang, PN Tangerang: Eksekusi Dasarnya Putusan Damai

PIHAK BERSENGKETA MERASA DIRUGIKAN BISA SALING MENGGUGAT

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Sengketa lahan di Pinang, Kota Tangerang dengan luas lahan 45 hektare merupakan perkara antara Darmawan, penggugat dan NV. LOA and CO, tergugat dengan nomor perkara 357/Pdt. G/2020/PN.TNG.

Jadi gini, antara pihak penggugat dan tergugat ini sudah ada perdamaian sehingga perdamaian itu dituangkan dalam putusan. Berarti putusan itu putusan perdamaian,” jelas Humas Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Arif Budi Cahyono saat ditemui di kantornya, Rabu (26/8/2020).

Arif mengatakan, didalam putusan perdamaian itu terjadi kesepakatan, bahwa tergugat mendapat kompensasi tanah seluas 50.000 meter persegi dari objek yang disengketakan dan uang sebesar Rp100 juta.

“Putusan perdamaian sudah dibacakan oleh majelis hakim, setelah putusan itu dibacakan, maka perkara sudah dianggap inkrah,” katanya.

Terhadap putusan perdamaian itu, lanjut Arif, akhirnya pihak penggugat sebagai pemenang perkara lantas mengajukan permohonan eksekusi kepada PN Tangerang.

“Kami sudah memanggil sebanyak dua kali kepada para pihak dan memperingatkan untuk mematuhi isi putusan. Akan tetapi pihak tergugat tidak datang. Sehingga dilaksanakanlah eksekusi pada 7 Agustus 2020 itu,” ucapnya.

Arif menuturkan, hingga sejauh ini ketika diperiksa tidak ada satu pun gugatan terhadap perkara. Namun ada surat dari PT Tangerang Matra Real Estate (TMRE).

“Dia (PT TMRE) hanya mendasarkan kepada surat izin lokasi. Sedangkan surat izin lokasi itu bukan bukti hak kepemilikan. Sehingga PN Tangerang tetap bersikeras untuk melaksanakan eksekusi,” tuturnya.

“Saat eksekusi, menurut laporan Juri Sita atau yang melakukan eksekusi pihak BPN hadir. Maka tetap melaksanakan sesuai prosedur,” lanjutnya.

Arif menambahkan, PN Tangerang mempersilahkan jika ada pihak yang merasa dirugikan atau merasa memberi hak atas objek sengketa yang sudah di eksekusi, mengajukan gugatan ke pihak Darmawan ataupun NV. LOA and CO.

“Kalau ada orang lain atau orang mana pun yang merasa bahwa memiliki hak atas objek diatas sengketa itu, silahkan mengajukan keberatan dengan cara melalui saluran hukum. Silahkan menggugat atau apapun ke pengadilan, silahkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, sengketa lahan tersebut berujung bentrok yang melibatkan ormas pendukung. Kejadian itu berlangsung di depan Kantor Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Jum’at (7/8/2020) lalu. (hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...