Pemkab Bekasi HUT RI Ke 75

Polisi Ungkap Peredaran 118.428 Obat Terlarang Jaringan Aceh di Tangerang

PENJUALAN OBAT RAUP Rp1,2 JUTA PERHARI

KABUPATEN TANGERANG,PenaMerdeka – Polisi berhasil mengungkap peredaran obat terlarang sebanyak 118.428 jaringan Aceh di Kabupaten Tangerang, Banten. Obat jenis Tramadol, Excimer dan Alfazolam itu diungkap di enam wilayah berbeda.

Kapolresta Tangerang, Kombes Ade Ary Syam Indradi, mengatakan pihaknya mengungkap peredaran berkedok toko kosmetik itu di Tigaraksa, Panongan, Cikupa, Cisoka, Jayanti, dan Balaraja.

Dari keenam lokasi itu, pihak kepolisian mengamankan 13 tersangka. Yaitu, SE, DR, KHM, MS, MM, MD, SP, HT, RS, SN, RR, MF, dan MM.

“13 tersangka kita amankan selama tujuh hari terakhir. Modusnya adalah mengedarkan obat tanpa izin edar ini berkedok pedagang kosmetik. Tapi kalo ada yang nyari obat ini mereka langsung melayani,” ucapnya, Rabu, 2 September 2020.

Ade menjelaskan, mereka baru menjalani penjualan ini berbeda-beda. Ada yang baru dua minggu sampai tiga bulan kemarin. Pihaknya juga berhasil mengamankan tersangka yang merupakan residivis obat terlarang.

“Bahkan satu tersangka residivis RS ini sempat diamankan Polres Cilegon dan divonis 10 bulan penjara. RS ini baru keluar tiga bulan yang lalu. Dan, kembali kita amankan,” katanya.

Lanjut Ade, para tersangka bisa menghasilkan omset dalam satu hari sekitar Rp700 ribu hingga Rp1,2 juta. Sebab, katanya tersangka ini mengambil untung dari penjualan obat terlarang cukup besar, sekitar 100 persen.

“Tramadol yang dibeli dari kurir tidak dikenal dijual Rp1.800 rupiah per-butir dan dijual lagi keluar Rp3.600-4.000 rupiah. Lalu kalau Excimer ini dibeli Rp500 rupiah per-butir dan dijual lagi Rp.1000 rupiah,” katanya.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 197 sub 196 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan kurungan penjara maksimal 15 tahun dan denda sebesar Rp1,5 miliar. (hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...