Munas Istimewa HPPMI di Bogor: Ciptakan Petani Makmur

PENETAPAN KETUA HPPMI 2020-2025

BOGOR,PenaMerdeka – Musyawarah Nasional (Munas) Istimewa HPPMI atau Himpunan Peternak dan Petani Milenial Indonesia berlangsung di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Kamis (3/9/2020).

Munas berlangsung selama dua hari sejak tanggal 3 hingga 4 September 2020. Hasil Munas Istimewa di hari pertama memutuskan Aldi Supriyadi sebagai Ketua Umum HPPMI pusat.

“HPPMI berangkat bukan dari kalangan akademisi atau lulusan fakultas bidang pertanian. HPPMI lahir dari anak yang kebanyakan dari petani. Tetapi mempunyai cita-cita agar indonesia kaya dari sektor pertanian dan peternakan,” kata Ketua Umum HPPMI Aldi Supriyadi saat sambutan Munas istimewa di Cisarua, Bogor, Kamis (3/9/2020).

Saat ini kata Aldi, HPPMI telah mempunyai 21 pengurus di tingkat provinsi di Indonesia. Dan dari Munas HPPMI pertama ini sudah bisa dikatakan sebagai organisasi tingkat nasional.

Kedepan, pengurusan di 34 provinsi yang tersebar di Indonesia akan segera dibentuk. Sehingga seluruh kepengurusan HPPMI di Indonesia bisa terpenuhi.

Img 20200903 214328
Ketua Umum HPPMI, Aldi Supriyadi.

 

Aldi melanjutkan, Indonesia merupakan negara agraris. Agar berjalan maksimal pengurus HPPMI 2020-2025 nantinya menyiapkan rencana strategis nasional jangka pendek, menengah dan panjang.

“Ini untuk kemajuan para petani di Indonesia. Jadi berangkat bukan karena akal-akalan tapi murni untuk kemajuan sektor pertanian,” pungkas Aldi.

Dalam sambutan sesi zoom, Ichsan Firdaus anggota Komisi IV DPR-RI mengatakan, terbentuknya HPPMI bisa menjawab sejumlah persoalan para petani.

Kedepan diharapkan bisa mensuport kebutuhan pangan nasional. Salah satu persoalan penting saat ini, kepemilikan lahan petani untuk berladang belum mencapai 2 hektar.

Ini merupakan standar jika petani agar sejahtera. Sehingga hasil panen petani Indonesia bisa menghidupkan keluarga secara maksimal.

“Lalu pengetahuan petani di kita belum maksimal. Pasalnya lantaran rata masih lulusan sekolah dasar (SD),” kata Ichsan.

Namun demikian kata politisi Partai Golkar ini, persoalan petani juga masih terbentur dengan permodalan. Maka, HPPMI kedepan bisa berkontribusi untuk kemajuan petani secara nasional.

“Munas HPPMI setidaknya bisa merumuskan tiga persoalan tadi. Petani milenial bukan berada saat jaman kolonial. Mudah mudahan nantinya pengurus memiliki inovasi yang baik. Kami di komisi IV mendukung,” pungkasnya. (red)

Click To Comments