Pemkab Bekasi HUT RI Ke 75

Jokowi Izinkan Industri Garam dan Gula Bisa Impor Langsung

TAK ADA LAGI PERANTARA

JAKARTA,PenaMerdeka – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) kini mengizinkan industri untuk mengimpor garam dan gula industri secara langsung. Dengan begitu, tidak ada lagi impor yang dilakukan perantara atau pihak ketiga.

Selama ini, industri yang membutuhkan gula dan garam industri harus membeli lewat importir. Nantinya, industri tersebut tak perlu membeli lewat perantara.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan usai rapat terbatas pada Senin.

“Presiden setuju bahwa industri-industri yang untuk makanan dan industri yang butuh garam industri, mereka mengimpor langsung. Dengan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian,” kata Luhut.

Luhut menyatakan Kementerian Perindustrian nantinya akan membuat daftar industri mana saja yang akan diizinkan untuk mengimpor gula dan garam industri. Kementerian Perindustrian juga akan mencatat detail kebutuhan gula dan garam dari masing-masing industri.

“Itu saya kira akan dibuat oleh Pak Agus Gumiwang. Itu nanti akan diterbitkan ke publik sehingga publik akan ikuti awasi benar tidak jumlahnya (jumlah garam dan gula yang dibutuhkan industri),” jelas Luhut.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan pihaknya akan menerapkan mekanisme verifikasi yang cukup ketat. Verifikasi yang dimaksud terkait dengan jumlah kebutuhan atau gula yang dibutuhkan industri.

“Kami menggunakan dan bekerja sama dengan pihak ketiga, sehingga hasil verifikasi kami harap menjadi objektif,” tutur dia.

Ia menegaskan tak akan membiarkan bahan baku yang diimpor justru dijual ke pasaran, sehingga mengganggu harga jual petani. Agus menyatakan ada sanksi tegas bagi industri yang menjual bahan baku impor ke pasar bebas.

“Ini akan kami berikan sanksi yang sangat tegas bagi industri yang sudah kami berikan izin impor bahan baku industri, tapi justru digunakan untuk merembes ke pasar,” kata Agus.

Sementara, Agus menuturkan jumlah kebutuhan bahan baku industri gula dan garam dari tahun ke tahun terus meningkat. Misalnya, kebutuhan 2020 saja naik 6,8 persen dibandingkan 2019 lalu.

“Kami prediksi ke depan terus meningkat sejalan dengan peningkatan kapasitas para industri,” imbuh Agus.

Sepanjang 2019, nilai impor bahan baku garam industri sebesar US$108 juta. Meski impornya tinggi, tapi Agus menilai ada nilai tambah yang cukup besar, yakni berupa ekspor produk dari industri tersebut yang mencapai US$37,7 miliar.

“Jadi bisa dibayangkan berapa nilai tambah yang diberikan oleh hilirisasi dari penyerapan garam,” kata Agus.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap alasan kenapa impor garam masih dilakukan oleh Indonesia hingga saat ini. Ia bilang produksi garam di dalam negeri masih rendah.

Jokowi menjabarkan produksi dalam negeri hanya 2 juta per ton per tahun. Sementara, kebutuhan garam industri mencapai 2,9 juta ton.

Untuk itu, Jokowi meminta anak buahnya untuk melihat lagi ketersediaan lahan produksi garam. Selain itu, ia juga memerintahkan jajarannya untuk mempercepat integrasi antara upaya ekstensifikasi lahan garam rakyat yang ada di 10 provinsi dengan upaya intensifikasi. (jirur)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...