Jazuli Abdillah Selamat Idul Fitri

Jelang Tahun Baru, Harga Bahan Pokok di Kota Serang Naik

KOTA SERANG,PenaMerdeka – Menjelang pergantian tahun 2017 sejumlah bahan pokok kebutuhan masyarakat di Kota Serang mengalami kenaikan harga. Kenaikan disebabkan berbagai faktor diantaranya cuaca, kelangkaan stok dan pihak tengkulak.

Di Kota Serang, kenaikan disebutkan terjadi di sejumlah pasar di Kota Serang seperti di Pasar Kalodran, Pasar Lama dan Pasar Induk Rau (PIR). Meski hanya beberapa persen, kenaikan harga diprediksi akan terus mengalami peningkatan.

Seorang pedagang yang ditemui PenaMerdeka.com di PIR, Kota Serang, Jumat (28/12/2017) Ubay (39) mengatakan, beberapa harga kebutuhan bahan pokok masyarakat yang mengalami kenaikan adalah daging ayam, telur, sayuran, dan bumbu dapur.

Menurutnya, naiknya sejumlah kebutuhan warga Kota Serang itu sangat mempengaruhi persentase kegiatan jual beli. Ia menganggap, kenaikan tersebut berdampak pada menurunnya jumlah pembeli.

“Daging ayam naik beberapa persen saja. Biasanya Rp30. 000, ini dijual Rp34.000. Penyebabnya ya di Bosnya memang naik, saya kan beli di Bos (tengkulak, red),” kata Ubay yang juga penjual ayam potong itu.

Ia menjelaskan, kenaikan sejumlah bahan pokok di Kota Serang terjadi setiap pergantian tahun. Namun, kebijakan naiknya barang dagangan di Pasar itu, kata Ubay, justru berdampak menurunnya jumlah pembeli dan keuntungan yang didapat.

“Sudah biasa setiap tahun, PT itu memang pinter, mau tahun baru dinaikin, ya kalau gak ada pembeli, kita gak bisa ngapa-ngapain, apa adanya aja. Kalau kita rugi paling nambah Bon,” ujarnya.

Berbeda dengan, Miftah, penjual bumbu dapur dan sayur sayuran ini mengaku naiknya barang dagangan dia sudah terjadi sebelum Natal pada 25 Desember lalu. Kemudian, kenaikan juga disebabkan oleh cuaca yang buruk shingga minimnya pasokan.

“Kalau cabe biasa, bawang, stabil. Paling wortel biasanya Rp 4 rb naik jadi Rp. 8 rb. Naiknya harga bahan pokok sebelum Natal. Cuacanya tak menentu, paling siasatnya biar pembeli gak berkurang langganan aja yang ditempel,” ucapnya.

Ia mengatakan, selain kol dan cabai biasa, cabai rawit dan cabai rawit merah juga mengalami kenaikan. Bahkan, ujar pria tak berkacamata itu, rawit merah sempat mencapai Rp 60 rb per kilogramnya.

“Tomat naik, kalu telur udah kembali turun,” pungkas Miftah. (rhn/arif)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan