Komisaris PT MAP Dipidanakan Direktur, Penasehat Hukum: JPU Tak Bisa Buktikan

DIHARAPKAN PUTUSAN BERPIHAK

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Seorang Komisaris PT Metalindo Adi Perkasa (MAP), Herman Kora, dipolisikan Direkturnya sendiri, Johan Kosasi dugaan penggelapan uang. Tim Kuasa Hukum Herman Kora, menyebutkan ada intimidasi dalam perkara tersebut. 

Dalam perkara itu pun, Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak bisa membuktikan Herman Kora merugikan PT MAP yang berlokasi di Salembaran, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang itu.

Diketahui persoalan ini bermula saat adanya laporan ke Polsek Teluk Naga yang dilayangkan Johan Kosasih sebagai Direktur PT MAP. Johan menduga ada tindak pidana penggelapan jabatan dilakukan oleh Herman.

Herman juga diduga melakukan penggelapan uang perusahaan sebesar Rp72 juta lebih. Kasus ini kemudian bergulir hingga menjebloskan Herman dalam masa kurungan penjara sejak bulan Juni 2020 lalu.

Namun fakta persidangan, Tim Kuasa Hukum terdakwa, Kartika Honny menyebutkan, kasus kliennya tidak dapat dianggap sebagai tindakan pidana dengan jeratan pasal 374 tentang penggelapan dalam jabatan.

“Jadi dari fakta persidangan JPU juga tidak dapat membuktikan bahwa klien kami merugikan perusahaan dalam hal ini PT MAP,” ujarnya saat dijumpai di depan ruang sidang 6 Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (4/2/2021).

Kata Kartika, perkara ini seharusnya tidak dapat di pidanakan. Apalagi, Dalam hal ini Herman Kora sebagai Komisaris di PT MAP, bukan karyawan biasa.

“Tugas pokok dan fungsi komisaris sudah jelas terdapat dalam Pasal 114 Undang Undang Perseroan Terbatas. Jadi Ini menurut kami salah persepsi,” ujarnya.

Sementara itu, Sukisari, anggota tim kuasa hukum lainnya, menuturkan, bukti dalam persidangan PT MAP jelas tidak mengalami kerugian sama sekali.

“PT MAP ini benar benar tidak ada kerugian. Didalam sidang pembuktian semua adalah pelanggan dari Herman Kora dalam kaitan dengan  merek Green Lake Cabel,” katanya.

“Ya kalau penggelapan dalam jabatan seharusnya yang dirugikan adalah PT MAP,” lanjutnya.

Sukisari berharap, dalam perkara ini Majlis Hakim dapat memutuskan dengan tegas. Apalagi dia merasa kliennya telah dirugikan dengan sudah menjalani masa tahanan selama 5 bulan lamanya di Mapolres Metro Tangerang sejak bulan Juni lalu.

“Kita harapkan putusan di tanggal 25 Februari berpihak, dengan demikiian keadilan terjamin. Diharapkan putusannya bebas murni,” jelasnya. (hisyam)

Disarankan
Click To Comments