HUT RI 76

Pemkot Tangerang Launching Sekolah Penggerak

DORONG KREATIVITAS DAN INOVASI

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melaunching program sekolah penggerak sebagai salah satu upaya meningkatkan hasil belajar siswa yang mencakup kompetensi literasi dan numerasi serta karakter.

“Jadi sekolah penggerak ini program pemerintah pusat kepada seluruh sekolah yang ada di Indonesia. Tahun ini, Provinsi Banten dipilih dan satunya Kota Tangerang,” ujar Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah di SMPN 1, Jalan Daan Mogot, Selasa (16/2/2021).

Arief menjelaskan, dalam program sekolah penggerak ini untuk mendorong transformasi sekolah negeri dan swasta untuk bergerak satu hingga dua tahap lebih maju.

“Jadi tujuannya dalam rangka mendukung anak-anak yang memiliki kreatifitas, inovasi dan juga semangat untuk belajar lebih baik lagi, salah satunya nilai-nilai pancasila,” katanya.

Arief berharap, dari sekolah penggerak yang merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu, Kota Tangerang bakal mengevaluasi dan dikembangkan lagi agar menciptakan murid yang cerdas dan siap menghadapi tantangan pada zamannya.

“Kalau pertama ini baru SMPN 1. Jadi kurikulum ada pelatihan dan pembinaan dari pemerintah pusat. Dan intervensi muatan lokal, kan sekarang ini pengen sekolah di Kota Tangerang menjadi sekolah unggul dan berprestasi anaknya. Sehingga, semua sekolah tidak cuma negeri atau pun swasta bisa menjadi sekolah unggul,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Jamaludin mengatakan, tahun ini wilayahnya mendapat gelombang pertama dari 111 sekolah di Provinsi Banten.

Tujuannya agar sekolah ini lebih berkualitas dari segi murid serta gurunya. Sehingga pemerintah intervensi terkait ini, baik dari anggaran APBN dan APBD karena anggarannya ada dua,” katanya.

Jamaludin menyatakan, dalam program sekolah penggerak ini, Kota Tangerang mendapatkan kuota untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP) sebanyak 32 dan sekolah dasar (SD) 18.

Lanjutnya, untuk tahap pertama pendaftaran sampai tanggal 5 Maret 2021 besok. Setelah itu Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan bakal menyeleksi para sekolah.

“Jadi bukan memilih sekolah favorit atau sekolah unggulan, melainkan untuk mendorong transformasi sekolah-sekolah lainnya, baik negeri dan swasta lainnya untuk menjadi Sekolah Penggerak,” ujarnya.

Jamaludin menambahkan, manfaat untuk sekolah bisa mengikuti sekolah penggerak. Dua di antaranya adalah meningkatkan hasil mutu pendidikan dalam kurun waktu tiga tahun serta meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan guru.

Sekolah penggerak ini yang betul-betul berinovasi dan berkualitas dari semua sekolah menjadi sekolah penggerak. Dari angka 1-3 kualitasnya, jadi tergantung dari posisinya. Jadi kualitasnya kelihatan, dari tahap pertama, kedua dan ketiga dan seterusnya dan yang diharapkan semuanya berkualitas,” tukasnya. (hisyam)

Disarankan
Click To Comments