Lalai Terapkan Prokes, RT dan RW di Kota Tangerang Terancam Disanksi

PEMBERIAN INSENTIF DITUNDA

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bakal memberikan sanksi bagi RT maupun RW yang lalai dan tidak proaktif dalam penerapan protokol kesehatan. Terlebih, hingga mengakibatkan lingkungannya masuk ke dalam zona merah penyebaran virus corona.

“Pemberian insentif bisa ditunda, karena pandemi covid-19 ini adalah tanggung jawab bersama. Kita juga harus sama-sama bekerja sama untuk dapat keluar dari pandemi ini,” ujar Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, Rabu (17/2/2021).

Untuk itu, Pemkot Tangerang mengharapkan komitmen bersama dari seluruh pengurus RT dan RW yang ada di wilayah untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Cara pencegahan, lanjut Arief melalui penerapan protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan (4M).

“Protokolnya tentu harus dilakukan dengan baik dan benar agar hasilnya bisa maksimal. Walaupun sekarang kondisinya sudah ada penurunan kasus, tapi masih banyak yang terinfeksi,” tegasnya.

Arief menambahkan, Pemkot Tangerang optimis program Kampung Tangguh Jaya Siaga Corona yang merupakan kolaborasi antara pemerintah dan TNI Polri mampu menekan angka penyebaran covid-19 di kota seribu industri itu.

Saat ini, penyebaran covid-19 di Kota Tangerang, dimana dari sebanyak 5.177 RT saat ini 204 RT berstatus sebagai zona kuning penyebaran. Data itu berdasarkan tolak ukur PPKM berbasis mikro dari pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, saat ini tidak ada RT yang statusnya zona oranye dan merah,” jelasnya. (hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Tuliskan pesan anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan. Penamerdeka.com tidak bertanggung jawab dengan isi komentar, tulisan komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator sesuai aturan UU ITE