HUT RI 76

Banjir Belum Surut, Pemkot Tangerang Ngaku Tidak Bisa Lakukan Apa-apa

MINTA PUSAT NORMALISASI

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, mengaku, tidak bisa melakukan apa-apa dalam menangani banjir yang menjadi langganan pada setiap tahun. Saat ini, wilayah tersebut masih direndam banjir hingga ketinggian 2,5 meter.

“Karena ini udah dua hari belum surut-surut dan kita tidak bisa melakukan apa-apa. Sekarang mau kita paksain aja mau kita coba kita pompa,” ujarnya saat meninjau lokasi banjir di Priuk, Kota Tangerang, Senin (22/2/2021).

Arief juga meminta, kepada Pemerintah Provinsi Banten agar segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane agar Sungai Cirarab yang melintas di wilayah Kecamatan Periuk dapat segera dinormalisasi.

“Kita berharap juga Pemerintah Provinsi Banten berkoordinasi dengan pemerintah pusat (BBWS) agar bisa menormalisasi Sungai Cirarab. Karena banjir tahun ini di Priuk jauh lebih hebat,” tegasnya.

Arief menyebutkan, untuk wilayah timur seperti Ciledug dan sekitarnya yang terendam banjir cepat surutnya. Namun, wilayah barat seperti Priuk justru jauh lebih hebat dan tinggi.

“Ini seumur-umur saya di pemerintahan banjir enggak pernah sampai begini. Yang wilayah timur lebih cepat, yang wilayah ini justru jauh lebih hebat, bahkan lebih tinggi,” ucapnya.

Arief menambahkan, saat ini Pemkot Tangerang dalam menangani banjir agar segera surut mendorong pompa-pompa beroperasi. Pihaknya juga memasang kisdam di sepanjang aliran Sungai Cirarab.

“Tadi pagi pompa di Situ Bulakan sudah nyala empat dan di pintu 5 sudah nyala tiga pompa. Nah ini juga lagi diupayakan di wilayah Priuk Damai Pluit kita pasang kisdam, lalu kita akan pompa dari dalam ke keluar dan kita mau nambah jembatan apung,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua RT 2, RW 8, Priuk Damai, Kecamatan Priuk, Kota Tangerang, Heri menyatakan, hingga saat ini air sudah turun debit airnya mencapai 1 meter. Sebelumnya, banjir yang merendam wilayah itu setinggi 3,5 meter.

“Saat ini air sudah surut 1 meter. Tapi warga belum bisa turun ke rumah masing-masing karena kondisi saat ini rata-rata 1 meter,” ujarnya di lokasi terpisah.

Heri mengaku, banjir yang merendam wilayahnya ini lebih parah dari tahun kemarin. Jika tahun kemarin banjir setinggi 2,5 meter, untuk sekarang setinggi 3,5 meter. Katanya, wilayah itu baru surut minimal satu minggu.

“Tahun lalu sebenernya lebih tinggi ini yah dari pada tahun kemarin. Kalau tahun kemarin 2,5 meter sekarang bisa 3,5 meter lebih. Paling cepat (surut) saya punya prediksi kalau kita flashback ke belakang itu minimnya satu minggu dan dua minggu tergantung kita ngeliat debit di Situ Bulakan dan di Sungai Cirarab,” jelasnya. (hisyam)

Disarankan
Click To Comments