HUT RI 76

Tolak KLB Moeldoko Jadi Ketum, Demokrat Kota Tangerang Yakin AHY Keluar Jadi Pemenang

YAKIN KADER TAK MEMBELOT

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Kisruh dualisme internal Partai Demokrat yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Moeldoko kian memanas. Terlebih, Moeldoko resmi menjadi ketua  versi Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumut Jumat  (5/3/2021).

Yang terbaru, AHY beserta jajarannya menyerahkan berkas ke Direktorat Jenderal Adminsitrasi Hukum Umum Kemenkumham. Berkas tersebut untuk membuktikan KLB yang digelar kubu kontra-AHY di Deli Serdang tidak sah dan ilegal.

Hal ini pun membuat para kader dari kubu AHY menjadi geram tak terkecuali Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Tangerang. Mereka mengambil sikap tegas menyatakan dukungannya kepada AHY dan tak mengakui KLB Deli Serdang.

“Pertama, Demokrat Kota Tangerang yakin dan percaya bahwa ketua umum bapak AHY akan keluar sebagai pemenang dalam hal ini karena bukti-bukti yang sudah disampaikan ke Pemerintah,” tegasnya Ketua DPC Partai Demokrat Kota Tangerang, Baihaki, Selasa (9/3/2021).

Baihaki menegaskan kalau DPC Partai Demokrat Kota Tangerang tegak lurus dan loyalitas tanpa mundur setapak pun dibawah komando AHY. Dirinya pun meyakini tak ada kader Demokrat di Kota Tangerang yang membelot ke Moeldoko.

“Kami juga menyatakan di Kota Tangerang solid sepenuhnya. Tidak ada seorang pun kader yang aktiv pengurus dari level atas ke bawah tidak ada yang membelot,” jelasnya.

Diapun menegaskan kalau KLB di Deli Serdang ilegal tidak sejalan dengan AD ART Partai Demokrat. “Jadi saya mencermati kebenaran makin terkuat jadi tidak bisa ditutupi,” tegasnya.

Baihaki yakin kebenaran dan keadilan akan terkuak dan tetap mengiringi langkah AHY. Pun dengan pemerintah setelah mendapatkan bukti berkas dapat bersikap adil.

“Saya optimis dan yakin keadilan dan kebenaran sekarang akan tetap tegak dibumi Nusatara ini. Semua bukti sudah diserahkan ke segala lapisan Kemenkumham. Saya yakin seterusnya berdasarkan legalitas itu ketum AHY adalah memang benar dan kami akan berada dalam barisan itu,” katanya.

“Kebenaran adalah harga mati. Sementara kepalsuan akan musnah cepat atau lambat. Oleh karena itu kembali kita kepada jati diri untuk menegakkan demokrasi untuk bagaimana keadilan harus kembali ke hati nurani,” pungkasnya. (hisyam)

Disarankan
Click To Comments