Marak Prostitusi di Kota Akhlakul Karimah saat Ramadhan, PKS: Percuma Digrebek, Lihat Akar Masalahnya

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Meski kini adalah bulan suci Ramadhan, Kota Tangerang masih diramaikan tempat prostitusi. Pesan pemerintah dan alim ulama pun tidak menyurutkan pengusaha panti pijat dan pria hidung belang tetap melakukan prostitusi di kota berjuluk akhlakul Karimah itu.

Seperti halnya panti pijat yang berlokasi di Ruko Royal Jalan Benteng Betawi, Cipondoh, Kota Tangerang, yang digerebek Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pada Sabtu 1 Mei 2021 pukul 21.30 WIB kemarin.

Sebab, tempat itu melanggar Surat Edaran Wali Kota Tangerang Nomor: 451/1248-Disbudpar Tentang Pengaturan Jam Buka Rumah Makan dan Penghentian Sementara Jasa Usaha Hiburan Umum pada Bulan Suci Ramadan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD PKS Kota Tangerang, Arief Wibowo mengungkap, rasa prihatin kepada para pelaku prostitusi. Sebab, hal itu menunjukan degradasi (penurunan) nilai di masyarakat yang melihat degradasi itu tidak bisa selesai hanya dengan penertiban dan penutupan.

“Jadi, kalau banyak kasus yang kalau ditanya sebabnya apa? pasti ekonomi. Dimata saya bukan semata-mata menutup, menggerebek, dan lain-lainnnya. Temen-temen (pelaku prostitusi) ini mau diapain,” ujarnya saat ditemui di salah satu hotel di Kota Tangerang, Minggu (2/5/2021).

Arief menjelaskan, buat PKS adanya hal tersebut harus adanya langkah pembinaan yang kongkrit. Bukan hanya dikumpulin di tempat penampungan, tapi tidak direalisasikan, sehingga para pemacu lendir ini bisa mandiri setelah adanya pembinaan.

“Saya paham, mungkin kalau mereka sudah keenakan mencari uang dengan cara seperti ini mindsetnya harus dibongkar dengan cara memberikan sesuatu yang kongkrit. Seperti pembinaan, pendampingan termasuk kewirausahaan atau bagaimana mereka punya pekerjaan yang lebih layak,” paparnya.

Arief mencontohkan, kader PKS yang sudah menjadi pengusaha bakal memberikan pembinaan kepada kader yang baru menjalankan usaha. Sehingga, kedepan usaha tersebut berjalan bisa menyerap tenaga kerja di masyarakat yang baru.

“Kita ingin program ini di duplikasi dan replikasi ke masyarakat. Karena PKS punya kapasitasnya. Kenapa tidak bisa dilakukan demikian, mungkin kita kurang silaturahmi, dan kurang jemput bola.

Arief menambahkan, ada hal benar yang menjadi kewajiban pemerintah untuk memastikan suasana kondusif di bulan suci Ramadhan dengan cara menggerebek. Namun, harusnya dilihat dahulu ke akar permasalahannya agar tidak terulang hal tersebut. (hisyam)

Disarankan
Click To Comments