HUT RI 76

Wapres RI Tinjau Vaksinasi Massal Covid-19 di Puspemkot Tangerang

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma’ruf Amin mendatangi di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang. Kedatangannya tersebut untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi covid-19, Selasa (15/6/2021).

Sebelumnya, dijadwalkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang bakal menghadiri acara tersebut. Namun, di wakilkan oleh Ma’ruf Amin.

Pantauan di lokasi, Ma’ruf datang bersama rombongan dan langsung melihat proses vaksinasi sekaligus menegur sapa masyarakat.

Wapres didampingi Kepala BNPB, Letjen TNI Ganip Warsito, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi, Gubernur Banten, Wahidin Halim, dan Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah.

“Walaupun nanti sudah di vaksin tetap harus menjaga prokes, pakai masker jangan lupa kalau merasa gerah atau bosan tidak boleh dilepas. Mencuci tangan, menjaga jarak,” sapanya kepada masyarakat yang sedang melaksanakan vaksinasi.

“Hal itu supaya petugas menjalankan dengan baik pengawasannya, kita harus saling mendukung. Karena dampaknya juga sekarang sudah dirasakan,” lanjutnya.

Setelah menegur sapa, secara live zoom Wapres melihat langsung proses vaksinasi yang berlangsung juga di beberapa wilayah di Kota Tangerang. Seperti di GOR Kecamatan Larangan dan langsung menanyakan prosesnya.

“Semuanya terpenuhi? kalau targetnya di tambah siap? tidak ada kendala atau hambatan? Masyarakat siap untuk di vaksin? Vaksin cukup? Vaksinator tersedia Semangat bekerja,” tegurnya.

“Alhamdulillah saya sudah bisa melihat vaksinasi massal di Kota Tangerang juga bertemu dengan pak Wali Kota Tangerang berbincang dengan masyarakat dengan pelaksanaan di masing-masing Puskesmas,” ucapnya saat konferensi pers.

Ma’ruf menyebutkan, pemerintah mendorong vaksinasi agar menjadi target secara nasional. Seperti dilaksanakan satu juta vaksinasi dalam satu hari agar mengejar heard imuniti dari 70 persen penduduk yang harus di vaksin.

“Di Kota Tangerang kalau penduduknya 800 jadi targetnya 70 persen sekitar 1,4 harus di kejar. Targetnya itu per hari rasionya itu 15.000,” katanya.

Ma’ruf menjelaskan, vaksinasi ini diminta tidak ada kendala. Sebab, Kementerian Kesehatan susah menyiapkannya.

“Pak Menteri sudah menyiapkan. Tidak boleh ada kendala, seperti vaksin, pendaftaran, ataupun vaksinator. Kalau bisa targetnya lebih karena dalam rangka percepatan,” tegasnya.

Ma’ruf menambahkan, pemerintah juga harus bisa mengintervensi agar tidak terjadi peningkatan kasus covid-19 seperti di India dan Malaysia. Karena dapat berdampak juga pada sisi sosial, ekonomi dan pendidikan. (hisyam)

Disarankan
Click To Comments