HUT RI 76

PKS Kota Tangerang Munculkan Bakal Calon Kepala Daerah 2024, Ini Nama-namanya!

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – DPD PKS Kota Tangerang secara resmi mengumumkan tiga bakal calon kepala daerah (bacakada) pada helatan pilkada serentak 2024 mendatang. Ketiga nama bacakada itu bakal disodorkan kepada publik kota berjuluk Akhlakul Karimah itu pada akhir Agustus ini.

Ketiga figur itu adalah Ketua MPD PKS Kota Tangerang yang juga anggota DPRD Banten Hilmi Fuad, Wakil Ketua III DPRD Kota Tangerang Tengku Iwan Jayasyahputra dan satu lagi tokoh perempuan PKS yang juga mantan anggota DPRD Banten, Tuti Elfita.

Ketua DPD PKS Kota Tangerang, Arief Wibowo, mengatakan berdasarkan catatan sebenarnya nama bacakada di atas sudah sering disebut-sebut, namun baru dilaunching secara resmi. Penetapan itu sudah berdasarkan berbagai pertimbangan.

“Penjaringan nama-nama diawali bulan Mei melalui unit pembinaan anggota namanya. Dari situ terjaring aspirasi dapat beberapa nama. Lalu kita konsultasikan ke pimpinan wilayah, kita musyawarah, setelah disetujui lalu diperkuat lagi arahah dari pusat (DPP),” ujar Arief, Minggu (28/8/2021).

Arief menuturkan, DPP pun setuju untuk calon kepala daerah tidak perlu menunggu 2023 atau 2024. Setelah itu pihaknya melakukan survei untuk mengetahui baseline awal seperti mengukur tingkat popularitas dan elektabitas dengan salah satu lembaga survei.

“Survei kita laksanakan dari tanggal 27 Juli sampai dengan 10 Agustus 2021,” terangnya.

Sosialisasi itu ujarnya bakal mulai dilaksanakan pada awal September 2021 ini. Diharapkan dengan kemunculan PKS yang langsung mengumumkan nama bacakada bakal memotivasi partai lain untuk melakukan hal sama.

“Masyarakat harus mempunyai banyak pilihan calon pemimpin. Jangan itu lagi, itu lagi. Jangan sampai parpol hanya menjadi broker saat pemilu karena tidak bisa memunculkan calon pemimpin,”terangnya.

Arief mengungkapkan, kalau pun partai benar-benar tidak bisa mengusung calon sendiri harus bisa dipertanggungjawabkan alasannya kepada konstituennya.

“Seperti 2018 lalu, kita tidak majukan calon karena kursi kita kurang. Lalu partai lain tidak mau diajak koalisi, hasilnya ya sudah mau tidak mau kita akhirnya mendukung kandidat yang ada,”ucapnya.

Hal lain yang membedakan sistem penjaringan di PKS kata Arief adalah bacakada PKS tidak mempunyai timses. Timses akan dilakukan akan dipegang oleh struktur. Ini ujarnya cukup efektif mengurangi friksi antar bacakada. “Jadi bacakada tinggal mengikuti,” terangnya. (hisyam)

Disarankan
Click To Comments