Kementerian ESDM Targetkan Bauran Energi Terbarukan Tembus 23 Persen pada 2025

REALISASI PEMBANGKIT LISTRIK LAMPAUI TARGET

JAKARTA,PenaMerdeka – Kementerian ESDM menargetkan tiga prioritas utama untuk mengurangi emisi karbon dan mencapai bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) 2025 mendatang. Ada beberapa target dalam pencapaian tersebut.

Pertama, yakni target jangka pendek mencapai bauran EBT 23 persen tiga tahun ke depan. Kedua, jangka menengah, yaitu memenuhi target nationally determined contribution (NDC) pada 2030.

“Sektor energi memiliki kontribusi untuk menurunkan emisi lebih dari 300 juta ton CO2 dengan upaya sendiri dan akan tercapai 450 juta ton dengan bantuan internasional,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial pada acara Indonesia Economic Outlook bertema Strategi Pemenuhan Energi Nasional 2022 dan Kesiapan Menuju Transisi Energi kemarin.

Ketiga, yaitu jangka panjang, Ego menuturkan menuju net zero emission pada 2060 atau lebih cepat dengan bantuan internasional.

Sedikitnya, ada tiga langkah utama yang harus dipenuhi pemerintah untuk merealisasikan target itu, yakni pengembangan EBT, phasing out pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), dan percepatan kendaraan listrik.

Dari sisi pengembangan EBT, Kementerian ESDM mencatat terpasangnya realisasi kapasitas pembangkit listrik EBT sebesar 11.152 megawatt (MW) pada 2021 lalu, melampaui target awal dengan surplus 205 MW.

“Pada 2021, realisasi kapasitas terpasang pembangkit listrik EBT telah mencapai 11.152 MW dan pada 2022 ditargetkan mencapai 11.791 mw. Jadi, kurang lebih ada penambahan 500 mw,” tutur Ego.

Sembari dengan upaya pemerintah untuk mempensiunkan PLTU, Kementerian ESDM juga mulai mengembangkan pembangkit listrik atap (PLTA) yang diupayakan sebesar 3,63 MW pada 2025, serta percepatan penerapan rancangan perpres mengenai EBT.

Selanjutnya pemerintah terus mendorong penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dengan meningkatkan pembangunan infrastruktur stasiun pengisian kelistrikan umum dan Stasiun Penggantian Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) di berbagai daerah.

“Sampai dengan tahun lalu, pemerintah telah memasang 267 unit SPKLU di 224 lokasi tersebar di Jakarta, Tangerang, dan Bandung. Di samping itu juga terdapat 226 unit SPBKLU yang tersebar di 265 lokasi di Jakarta dan Tangerang,” imbuh Ego.

Salah satu upaya untuk mendorong peningkatan pemanfaatan kendaraan listrik khususnya roda dua, setelah mengisi ASI melakukan proses konversi sepeda motor BBM ke sepeda motor jenis listrik.

“Telah dilakukan sebanyak 100 unit dan pada 2022 ini kami menargetkan untuk bisa melakukan konversi terhadap 1000 unit sepeda motor dengan perluasan program konversi yang akan dilaksanakan oleh beberapa Kementerian lembaga, pemerintah daerah dan BUMN,” jelasnya. (uki)

Disarankan
Click To Comments