Kejari Tangsel Selidiki Dugaan Korupsi Dana Program Indonesia Pintar di SMPN 17

DANA TAK DISERAHKAN KE SISWA

TANGERANG SELATAN,PenaMerdeka – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menelisik dugaan korupsi Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun Anggaran 2020 di SMP Negeri 17 Pamulang. Dana PIP tersebut diduga tidak diberikan kepada siswa penerima manfaat. 

“Kejari Tangsel, per 2 Maret 2022 kemarin telah mengeluarkan surat perintah penyidikan atas perkara dugaan tindak pidana korupsi dana PIP di SMPN 17,” ucap Kepala Kejaksaan Kota Tangsel, Aliansyah, kepada wartawan, Sabtu (5/3/2022).

Aliansyah mengatakan, sebelum meningkatkan status penyidikan dalam perkara itu, Aliansyah mengaku sudah meminta keterangan 11 orang terkait pencairan dana PIP di SMPN 17 Tangsel.

“Sebelas orang terkait sudah kami mintai keterangan, dari pihak sekolah, pihak dinas pendidikan dan kebudayaan juga pihak bank yang mencairkan dana PIP itu,” tuturnya.

Aliansyah menjelaskan, dana PIP di SMPN 17 Tangsel, yang bersumber dari anggaran Pemerintah pusat tahun anggaran 2020. Seharusnya disalurkan kepada 1.101 siswa dengan beberapa kriteria siswa penerima bantuan yang berkisar Rp 300 sampai 750 ribu. 

“Pada September 2020, telah dilakukan pencairan di BRI unit Balaraja, sebanyak 11 kali dengan total dana yang ditarik Rp719.250 ribu, tapi dugaan tidak disalurkan oleh oknum yang ada di sekolah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Tangsel, Ate, menegaskan ada beberapa kriteria siswa penerima PIP. Dana itu diberikan kepada siswa tertentu di sekolah yang menerima bantuan PIP dari pemerintah pusat. 

“Sudah masuk penyidikan, nanti kita dalami lagi. Kejanggalan lainnya terkait jumlah siswa penerima manfaat tahun 2020 yang naik tajam hingga 1.101 siswa, sebelumya tahun 2019 itu hanya 200 siswa dan tahun 2021 kemarin 200 juga,” tambahnya. (hisyam)

Disarankan
Click To Comments