Hindari Ghibah, Simak Adab Bertetangga Gapai Mulianya Kerukunan

TUNAIKAN ADAB BERTETANGGA

PenaMerdeka – Syariat Islam mengajarkan tentang keharusan menjalankan adab bertetangga. Dan ghibah salah satu penyakit mahluk sosial dalam bertetangga. 

Maka harus pandai untuk menghindari persoalan ghibah untuk menggapai kerukunan.

Dalam interaksi sosial kita memang harus mengetahui perkembangan informasi, tetapi kadang terjebak serasa tak mau ketinggalan issu sehingga asyik bercengkrama. Tetapi waspadailah, jangan sampai lepas kontrol hingga membicarakan aib seseorang. 

Untuk menghindari kerugian pada diri Muslim, dijelaskan Ustad Adi Hidayat, sebaiknya manusia menonjolkan perihal adab bertetangga. 

Sebab di dalam syariat ada keharusan supaya kehidupan di dunia yang fana ini berdampak barokah juga hingga ke akhirat. Karena sifatnya sementara manusia kebablasan lupa hakikat bahwa masa depan itu tidak di dunia melainkan di akhirat.

Ustad Adi Hidayat melanjutkan, ghibah merupakan perbuatan membicarakan keburukan atau aib orang lain. 

Meskipun yang dibicarakan sesuai dengan kenyataan, tetapi ghibah tetaplah suatu perbuatan yang zalim. Dalam agama Islam, ghibah sangat dilarang karena berisiko menimbulkan fitnah.

Menjelaskan hal tersebut, Ustadz Adi Hidayat membacakan sebuah hadits muslim.

“Seseorang yang berbuat dzolim kepada anda, maka kebaikan orang itu (yang bergosip) pindah kepada anda. Kalau dia tidak punya kebaikan, maka keburukan anda ditransfer kepada dia,” ungkapnya.

Tak hanya itu, jika orang yang bergosip tersebut punya pahala maka akan berpindah kepada yang digosipin dan yang jadi korban akan bertambah pahalanya.

Lebih lanjut, saat orang yang bergosip baru menyebutkan nama korban, pahalanya langsung berpindah kepadanya.

“Kalau disebutkan hal yang buruk, maka akan dibentuk oleh Allah jasad korban dalam bentuk bangkai,” kata Ustadz Adi Hidayat.

“Di akhirat nanti, kalau anda tidak taubat dengan dosa itu maka siksaan pertama di akhirat, anda akan diminta memakan bangkai itu,” jelas pria yang kerap disapa UAH.

Hal itu, menurutnya sudah gamblang dijelaskan dalam Quran Surah ke 49, Al Hujarat ayat 11-12.

“Maka kalau mau gosip pikir-pikir dulu. Kalau anda digosipkan oleh orang lain dan anda tahu tentang itu, maka anda doakan orang itu supaya Allah bimbing dia agar menghindari buruk yang serupa,” kata Ustadz Adi Hidayat.

UAH juga menyarankan agar doa itu dilakukan di waktu-waktu mustajab seperti waktu sholat tahajud dan sebutkan nama orang yang bergosip itu.

“Besoknya orang-orang yang menggosipkan anda perlakukan dengan baik. Anda kunjungi rumahnya antarkan makanan,” contohnya.

Apabila itu dilakukan dengan ikhlas, Ustadz Adi Hidayat mengatakan orang itu akan tersentuh jiwanya. “Dan besok lusa dia sendiri yang akan membela anda dari keburukan,” tutup UAH

Selain persoalan ghibah, seperti yang sudah dirilis penakalam.id bahwa Islam sangat detail dalam persoalan kehidupan sosial. 

Disebutkan Imam Al-Ghazali dalam risalahnya berjudul al-Adab fid Dîn dalam Majmû’ah Rasâil al-Imam al-Ghazâli (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, t.th., halaman 444), sebagai berikut:

آداب الجار: ابتداؤه بالسلام، ولا يطيل معه الكلام، ولا يكثر عليه السؤال، ويعوده في مرضه، ويعزيه في مصيبته، ويهنيه في فرحه، ويتلطف لولده و عبده في الكلام، ويصفح عن زلته، ومعاتبته برفق عند هفوته، ويغض عن حرمته، ويعينه عند صرخته، ولا يديم النظر إلى خادمته

Artinya:

“Adab bertetangga, yakni mendahului berucap salam, tidak lama-lama berbicara, tidak banyak bertanya, menjenguk yang sakit, berbela sungkawa kepada yang tertimpa musibah, ikut bergembira atas kegembiraannya, berbicara dengan lembut kasih kepada anak tetangga dan pembantunya, memaafkan kesalahan ucap, menegur secara halus ketika berbuat kesalahan, menundukkan mata dari memandang istrinya, memberikan pertolongan ketika diperlukan, tidak terus-menerus memandang pembantu perempuannya.”

Hal itulah yang tertulis dalam Islam, karena adab bertetangga sejatinya memang harus selalu dijaga selama kita eksis menjalankan kehidupan dunia. 

Setelah menjalankan amalan seperti yang disebutkan di atas, maka sebagai mahluk sosial akan terdihindari konflik dalam bertetangga. (hisyam)

Click To Comments