KABUPATEN TANGERANG,PenaMerdeka – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) berhasil mewujudkan desain dan pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Reuse Recycle Reduce (TPST-3R). Dalam hal itu melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pengabdian kepada masyarakat (PKM) Kegiatan Kampung Bangkit (KKB).

Berlokasi di ruang terbuka hijau Perumahan Bumi Puspiptek Asri (BPA), Jalan Geokimia, Pagedangan, Kabupaten Tangerang dilaksanakan secara gotong royong warga paguyuban dan sivitas akademisi dari UMN.

Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Multimedia Nusantara (LPPM-UMN), Winarno menyebutkan, kegiatan tersebut sebagai realisasi lantaran kampus itu menyabet penghargaan sebagai 50 besar perguruan tinggi di bidang PKM. Oleh karenanya, disalurkan mendukung kegiatan warga perumahan kampung sekitar untuk mampu bangkit mandiri mengelola sampah rumah tangga. 

“Sampah telah menjadi bagian dari masalah serius dari lingkup kecil hingga lingkup nasional. Tata kelola sampah bukan perkara sederhana karena banyak menyangkut kepentingan berbagai pihak, baik pihak berwenang mengurus secara struktural maupun warga atau lingkungan yang perlu layanan kebersihan secara andal,” ucapnya dalam keterangan, Kamis (22/12/2022).

Winarno menjelaskan, wilayah Serpong dahulu adalah kampung dan dilingkupi oleh hutan karet dan kebun kelapa. Namun 20 tahun terakhir telah bermetamorfosa menjadi kota selevel megapolitan dengan perkantoran hingga perumahan yang sangat padat. 

“Dahulu membuang sampah rumah tangga cukup ditaruh di galian dekat rumah atau dibawa ke kebun tanpa menimbulkan masalah serius. Jumlah rumah dan penduduk di Tangerang yang awalnya hanya satu kabupaten, sekarang telah menjadi 2 kota dan 1 kabupaten,” katanya.

Winarno mengatakan, akibatnya jumlah atau volume sampah akan naik berkali lipat, sedang area untuk membuang atau menumpuk sampah seperti di Jatiwaringin dan Cipeucang makin berkurang daya tampungnya. 

“Paguyuban Warga BPA sejak awal Oktober 2022 telah mencoba mencari solusi tata kelola sampah bagi warganya. Melalui media komunikasi interaktif akhirnya UMN dapat terjun langsung bersama warga Paguyuban,” tuturnya.

Atas hal tersebut, lanjut Winarno bersama dosen UMN program studi teknik fisika, teknik elektro dan informatika dan mahasiswa teknik fisika berhasil mewujudkan desain dan pembangunan TPST-3R melalui MBKM PKM Kegiatan Kampung Bangkit (KKB) tahun 2022.

“Jadi TPST yang dibangun ini mengadopsi teknologi energi terbarukan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) secara off grid dengan baterai Lithium. Lalu untuk memenuhi kebutuhan operasional dengan energi listrik dan air bersih, khususnya pada siang hari,” ujarnya.

Winarno menjabarkan, teknologi reuse-recycle-reduce antara lain berupa pembuatan kompos, pemrosesan sampah dengan maggot dari Black Spider Fly (BSF), kolam ikan, tanaman buah dengan pupuk organik dan insinerator dari TPST juga diterapkan. 

“Semua ini membuka peluang pembelajaran langsung bagi semua yang terlibat dan juga sangat potensial untuk dikembangkan lebih maju, bahkan direplikasi di tempat lain,” katanya.

“Yang menarik, warga pun sangat antusias mewujudkan TPST ini demi andil dalam tata kelola sampah langsung di lingkungan terkecil komplek perumahan. Dana sangat terbatas, untuk itu warganya secara langsung memberikan kontribusi bersama baik dalam bentuk barang, uang maupun tenaga dan waktu,” lanjutnya.

Bahkan dari warga yang ikut memasang PLTS ini, Broto menyampaikan ucapan sukses UMN, ketika PLTS selesai dipasang di atas atap TPST. Sebab, adanya tempat itu menjadi satu-satunya yang dipasang pada area paguyuban warga BPA.

“Dari situ, mahasiswa mendapat pengalaman nyata yang sangat berguna melakukan analisa dan problem solving, terutama terkait mata kuliah energi terbarukan, energi dan lingkungan. Serta konsep rekayasa dan desain yang merupakan mata kuliah pokok di prodi teknik fisika,” jelasnya. (hisyam)

1 Komentar

  1. .

    Jujur,keberadaan lokasi tpst ini mengganggu pernapasan masyarakat sekitar dan sudah diprotes oleh seluruh rt sekitar, serta sudah mendapat surat peringatan ke 2 dari pemda (tidak boleh beroperasi) sampai izin lengkap ,tapi tidak tahu mengapa masih tetap beroperasi, dalam hal ini tpst menyebabkan hujan asam atau yang lebih dikenal hujan acid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *