JAKARTA,PenaMerdeka – Setelah melaksanakan malam Nisfu Syaban, Muslim di Indonesia tinggal berharap mendapat umur panjang hingga bertemu menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Penetapan 1 Ramadhan 1445 H bagi masyarakat Nahdlatul Ulama (NU) pada umumnya mengikuti sidang Isbat dari Pemerintah. Sementara sudang Isbat bakal digelar akhir bulan Syaban nanti.
Mengutip dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag) RI, sidang Isbat tahun ini akan digelar pada tanggal 10 Maret 2024 atau tanggal 29 Syaban dalam penanggalan Kalender Hijriah.
“Sidang Isbat ini merupakan salah satu layanan keagamaan bagi masyarakat untuk mendapat kepastian mengenai pelaksanaan ibadah,” ujar Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin dalam keterangannya di laman resmi Kemenag, dikutip Senin (26/2/2024).
Sementara, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag Adib mengatakan Tim Hisab dan Rukyat Kemenag akan dilibatkan dalam Sidang Isbat yang dihadiri para duta besar negara sahabat dan perwakilan ormas Islam ini.
Selain itu, perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dilibatkan dalam sidang kali ini.
Seperti diketahui, Pemerintah dan NU menggunakan metode rukyatul hilal dalam menentukan awal bulan. Metode tersebut mempertimbangkan hasil hisab posisi hilal yang dikonfirmasi lagi lewat pengamatan hilal dengan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Tinggi hilal saat Matahari terbenam menurut kriteria MABIMS minimal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat.
Meski demikian, apabila mengacu pada kalender Hijriah Indonesia 2024 terbitan Kementerian Agama, maka awal Ramadhan 2024 versi pemerintah dan NU diperkirakan jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024.
Kesimpulannya, awal Ramadan 1445 H/2024 M versi NU dan pemerintah masih berupa prediksi sebagaimana merujuk pada kalender. Penetapan tanggal pastinya diumumkan usai sidang isbat. (red)







