BANTEN,PenaMerdeka – Bisnis jenis marketplace Plaza Banten sebagai wadah transaksi jual beli secara online yang dikelola PT Agrobisnis Banten Mandiri milik BUMD Pemprov Banten kini ekspansi merambah pasar baru menyasar ke sejumlah pemerintahan tingkat kota dan kabupaten di Banten.

Meskipun secara global belum mencapai titik progres transaksi signifikan, namun dikabarkan berdasarkan akumulasi penjualan yang tercatat di Lembaga Kebijakan barang/jasa Pemerintah (LKPP), Plaza Banten berhasil nakring di klasemen 10 besar dari sebanyak 52 marketplace mitra toko daring di Indonesia.

“Dari 52 marketplace mitra toko daring Plaza Banten menempati urutan ke 8. Kita masuk 10 besar,” kata Endang Saputra Kepala Divisi Riset dan Teknologi Informasi Plaza Banten, beberapa waktu lalu.

Dia melanjutkan, persaingan toko daring atau usaha sejenis seperti marketplace memang tidak hanya dimiliki Plaza Banten saja, banyak yang sudah terjun menggeluti bisnis ini. Sehingga persaingan terbilang kompetitif.

Namun manfaat yang signifikan ketika kedepan proses geliat UKM/UMKM mampu berjalan mulus maka secara ekonomi akan menekan angka inflasi di Banten.

“Salah satunya menekan inflasi karena masyarakat akan membeli produk UMKM. Bakal ada transaksi jual dan beli. Kalau bisa kan transaksinya di Plaza Banten ketimbang di toko daring lain,” ucap Endang.

Karena itu untuk membidik pengembangan market pangsa UKM/UMKM dan target menekan inflasi di provinsi Banten itu salah satu upayanya mampu mendorong keterlibatan pemerintah kota dan kabupaten.  

Endang mencontohkan untuk perolehan nilai transaksi pemerintah kabupaten dan kota di Tangerang Raya, progres nilai belanja tertinggi atas dasar Pagunya sementara ini adalah Pemkot Tangsel senilai Rp3 miliar. Sementara aturan pembelanjaan agar produk lokal berdaya saing nilai pakainya yakni harus sebesar 40% dari jumlah Pagu pemda masing-masing.

img 20241007 195654
Endang Saputra, Kepala Divisi Riset dan Teknologi Informasi Plaza Banten. (Dok/PenaMerdeka)

Karenanya setiap mengelar sosialisasi di pemerintah tingkat II (dua) pihaknya sengaja mengundang unsur PPK, BBJ, Bendahara OPD dan pelaku UKM/UMKM di kota kabupaten masing masing secara langsung. Agar kedepan andil membangun Banten bisa terealisasi ketimbang bertransaksi dengan marketplace yang bukan milik pemprov Banten.

Seperti diketahui, platform digital Plaza Banten membantu belanja organisasi perangkat daerah (OPD) di internal Pemprov dan kota kabupaten melalui Bela Pengadaan sejak 2022 lalu.

Marketplace Plaza Banten membuka untuk 13 komoditas yang ditransaksikan sesuai Keputusan Deputi Bidang Monitoring-Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi Nomor 19 Tahun 2022.

Diantaranya transaksi untuk pengadaan tersebut adalah, alat tulis kantor, jasa transportasi, akomodasi, souvenir, makanan dan minuman, alat kesehatan (hanya Kementrian Kesehatan), furniture, kurir, peralatan elektronik, perkakas, fashion, jasa kreatif dan kebutuhan kantor, sewa peralatan dan ruangan.

Marketplace Plaza Banten telah menyiapkan fasilitas pendaftaran secara umum dan bagi para pelaku UMKM. Sehingga bisa langsung mendaftar dalam fitur online yang tersedia dengan sejumlah syarat yang sangat mudah didaftarkan.

“Ya untuk menjadi penjual di Marketplace Plaza Banten para pelaku UMKM bisa daftar di fitur pendaftaran sebagai penjual untuk bisa mendagangkan produknya, dengan kriteria UMKM perorangan yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), NPWP, dan perusahaan berbadan hukum dengan kelengkapan berkas. Untuk pembeli ada dua kriteria yaitu pembeli umum dan pembeli dinas,” ucap Endang.

“Kita harapkan kota dan kabupaten segera bekerjasama mendorongnya. Supaya produk dalam negeri atau lokal Banten masing masing daerah terangkat, lalu terdaftar di Plaza Banten dan transaksi pembelinya di Plaza Banten,” kata Endang.

TESTIMONI BAHWA PLAZA BANTEN FRIENDLY USER

Kata Andikaonggo Kusumo Pengelola Barang dan Jasa Pemkab Tangerang mengapresiasi langkah Plaza Banten di bawah Pemprov yang berusaha menggeliatkan pelaku UKM dan UMKM Banten. 

“Alhamdulillah pengundang (sosialisasi) Plaza Banten membuka peluang supaya pelaku UMKM berkarya, khususnya di Banten,” ucap Andikaonggo Kusumo kepada penamerdeka.

Untuk purchasing atau pola bertransaksi secara daring dengan UMKM dengan teknologi yang berkembang untuk di Kabupaten Tangerang sendiri menurutnya telah berjalan transparan, sesuai arahan serta aturan pemerintah sehingga kini progresnya berjalan lancar.

img 20241007 195734
Andikaonggo Kusumo, Pengelola Barang dan Jasa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang. (Dok/PenaMerdeka)

Andika mengapresiasi lantaran upaya Plaza Banten sudah lebih mendukung untuk geliat ekonomi kerakyatan dari UMKM di Banten. Dan secara teknis penggunaan sistem yang ditawarkan Plaza Banten bisa dipahami dengan mudah dan gamblang.

Diharapkan nantinya kata Andika, pemkab Tangerang sebagai konsumen tentu karena bagian dari Banten juga akan mendorong pelaku UKM/UMKM menjual hasil produknya di aplikasi toko daring Plaza Banten.

“Saya sih (aplikasi, red) belum mencoba. Tapi apa yang dipaparkan (saat sosialisasi, red) fasilitasnya cukup user friendly. Ada kemudahan jualan, lantas bagi hasilnya bagus dan cukup lah yah,” tukasnya.

Melihat peluang dan persaingan toko daring kedepan bakal semakin banyak. Apalagi nantinya yang menggunakannya seiring penggunaan program purchasing e-katalog versi-6 yang diluncurkan.

“Sebab, sistem pengadaan dari hulu ke hilir sudah terintegrasi. Jadi nantinya akan lebih cepat dan mudah, lalu akan tercatat secara elektronik,” ungkap Andri. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *