KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Kasus virus superflu hingga saat ini belum ditemukan di wilayah Tangerang Raya (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan) Provinsi Banten.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mengantisipasi potensi penyebaran virus influenza A subtipe H3N2, yang kerap disebut masyarakat sebagai “super flu”. 

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi menyatakan, pihaknya telah mengimbau masyarakat melalui camat dan puskesmas, serta menekankan agar masyarakat tidak perlu panik berlebihan.

Hendra menuturkan, hingga saat ini kasus influenza H3N2 yang dimaksud belum ditemukan di wilayahnya. Meski demikian, ia meminta masyarakat meningkatkan daya tahan tubuh untuk menghindari berbagai penyakit.

“Kita mengingatkan agar tidak usah panik tentang super flu ini karena itu hanya flu biasa,” katanya, belum lama ini.

Senada Plh Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Amir Ali menjelaskan, superflu merupakan penyakit bergejala yang menyerupai flu biasa, namun dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi.

”Jika flu biasa umumnya hanya ditandai batuk, pilek, dan demam ringan sehingga penderita masih dapat beraktivitas, superflu memiliki gejala lebih berat seperti demam tinggi di atas 38 derajat Celsius, menggigil, sakit kepala berat, nyeri otot dan sendi, serta tubuh terasa sangat lemas,” ucapnya, Selasa (13/1/2026).

Amir menjelaskan, meski demikian, hingga kini Kota Tangerang masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Tangerang melalui Dinas Kesehatan memastikan seluruh fasilitas layanan kesehatan, termasuk 39 puskesmas dan rumah sakit, dalam kondisi siaga.

”Seluruh fasilitas kesehatan yaitu 39 puskesmas dalam kondisi siaga untuk menangani berbagai kemungkinan penyakit, termasuk gangguan kesehatan yang berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan,” jelas Amir.

Seluruh puskesmas di Kota Tangerang juga telah disiapkan untuk memberikan pelayanan pemeriksaan, pengobatan, hingga rawat inap apabila diperlukan.

Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan dengan gejala berat diimbau untuk segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

Amit pun mengimbau pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan utama, mulai dari mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan istirahat cukup.

“Selain itu, olahraga secara teratur, mengonsumsi makanan bergizi dan vitamin, hingga menjaga kesehatan mental dengan tetap berpikir positif dan bahagia,” imbaunya.

Demikian juga dikatakan Kepala Dinkes Kota Tangsel, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, hingga saat ini tidak ditemukan kasus super flu di Kota Tangsel. 

“Saat ini di Kota Tangsel kami belum menerima laporan terkait kasus tersebut,” kata Allin melalui keterangan resminya, Selasa (13/1/2026).

Allin menerangkan, upaya skrining sudah dilakukan sejak awal 2025 di Puskesmas Serpong 1 yang telah ditetapkan sebagai pelayanan kesehatan Influenza Like Illness (ILI) oleh Kementerian Kesehatan.

“Selalu dilakukan pemeriksaan terhadap kasus-kasus yang terduga dan mengirimkannya ke Lab Kemenkes dan hasil itu kami terima dari Kemenkes,” terangnya. 

Meski belum ada kasus Super Flu, Pemerintah Kota Tangsel sudah melakukan antisipasi agar tak terjad ledakan kasus super flu seperti wabah Covid-19. 

Mulai dari penyiapan sarana prasarana pelayanan kesehatan hingga edukasi untuk pencegahan kasus influenza tipe A serta penerapan pola hidup bersih dan sehat.

“Selain pencegahan edukasi dan sosialisasi, fasilitas kesehatan juga dipersiapkan untuk mengantisipasi adanya ledakan kasus,” pungkasnya.

Penulis: HisyamEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *