KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Sejumlah ruas jalan di Kota Tangerang, Banten mengalami kerusakan imbas hujan yang mengguyur dengan intensitas tinggi dalam beberapa pekan terakhir. Saat ini, pemerintah setempat tengah melakukan penanganan sementara sembari menyiapkan perbaikan permanen.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni mengatakan, kerusakan jalan tidak hanya terjadi pada jalan kota. Namun, pada ruas jalan provinsi dan nasional juga terdampak di wilayahnya.

“Memang saat ini ada sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan di beberapa lokasi. Kondisi hujan terus-menerus ditambah kapasitas drainase yang tidak tertampung menyebabkan genangan, sehingga jalan cepat rusak,” ujar Taufik, ditemui usai mengikuti apel pagi di Puspemkot Tangerang, Senin (2/2/2026).

Taufik menjekaskan, pihaknya saat ini telah melakukan upaya penanganan darurat berupa penambalan lubang jalan. Penanganan tersebut dilakukan dengan tiga metode, yakni penutupan menggunakan aspal, paving block, serta cold mix atau aspal dingin.

“Jadi kalau langsung ditutup aspal di kondisi hujan seperti ini, biasanya tidak bertahan lama. Karena itu kami gunakan alternatif lain seperti paving block dan cold mix sebagai solusi sementara,” katanya.

Taufik pun mengakui, jumlah titik kerusakan cukup banyak sehingga membutuhkan waktu dalam penanganannya. Beberapa ruas jalan yang saat ini mengalami kerusakan cukup parah berada di kawasan dalam kota, di antaranya Jalan M. Toha, Jalan Imam Bonjol, serta ruas jalan menuju Benda dan Halim.

Lanjutnya, untuk perbaikan permanen, Pemkot Tangerang telah menganggarkan rekonstruksi jalan pada tahun 2026. Sejumlah ruas yang kerap dikeluhkan masyarakat, termasuk Jalan M. Toha, telah masuk dalam perencanaan dan akan segera diproses pengadaannya.

“Saat ini kita masih dalam tahapan perencanaan, mulai dari survei, pengukuran, penyusunan RAB, hingga spesifikasi teknis. Harapannya setelah musim hujan selesai dan proses lelang rampung, pekerjaan fisik bisa segera dilaksanakan,” katanya.

Terkait penanganan jalan provinsi dan nasional, Taufik menyebut pihaknya tetap menjalin koordinasi dengan instansi terkait meski kewenangan jalan telah dibagi sesuai aturan.

“Di lapangan kita saling berkoordinasi. Kalau ada kondisi yang sifatnya mendesak, kita komunikasikan agar penanganan bisa segera dilakukan. Prinsipnya pemerintah harus hadir menjawab keluhan masyarakat,” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, Taufik mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati saat melintasi jalan yang rusak serta memaklumi proses perbaikan yang sedang berjalan.

“Kami mohon masyarakat bisa lebih berhati-hati di jalan dan juga mohon pengertiannya. Kerusakan ini cukup masif dan hujan yang terus terjadi memang sedikit menghambat pekerjaan di lapangan. Namun kami terus berupaya melakukan penanganan secepat mungkin,” pungkasnya.

Penulis: HisyamEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *