HUT RI 76

Pasca Tb Bayu Lengser, Siapa Pengganti Wakil Ketua DPRD Tangsel?

Sejumlah nama menguat untuk mengisi posisi Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel yang baru saja ditinggalkan Tubagus Bayu Murdani. Nama-nama tersebut diantaranya Bambang Triadi dan Iwan Rahayu.

Dua nama ini paling besar potensinya menggantikan Bayu sebagai pimpinan DPRD Kota Tangsel. Alasannya nama-nama tersebut memiliki pengalaman dan cukup lama menjadi kader PDI Perjuangan.

Iwan maupun Bambang adalah anggota DPRD Kota Tangsel selama dua periode. Bambang saat ini menjabat sekretaris dan Iwan wakil Ketua DPC PDIP Kota Tangsel.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Banten Eri Suheri mengatakan, soal pergantian posisi Tb Bayu memang menjadi perhatiannya. Ia pun telah meminta DPC untuk segera mengirimkan nama-nama pengganti. Jangan sampai terlalu lama jabatan Wakil Ketua DPRD kosong karena bisa menganggu agenda kerja.

“Ini menjadi perhatian kita pasca Bayu Murdani dibebastugaskan,” katanya, saat dihubungi, Jumat (16/9).

Sementara Plt Ketua DPC PDIP Kota Tangsel Riyo Kristian Utomo mengaku, segera lakukan konsolidasi untuk menentukan siapa nama yang akan dikirim ke DPP PDIP untuk mengisi kursi Wakil Ketua DPRD Tangsel.

“Kita akan musyawarahkan karena penetapan nama-namanya. Hanya dua calon saja. Setelah itu, akan kita serahkan ke DPP untuk diuji kelayakannya di sana,” ujarnya.

Riyo mengatakan, dia juga tidak ingin kekosongan kursi pimpinan di DPRD Tangsel ini terlalu lama.

“Kami juga tidak ingin terlalu lama, tetapi yang perlu ditegaskan ialah untuk menentukan dua nama itu bukan kewenangan saya sebagai Plt Ketua, tetapi musyawarah pengurus DPC,” tuturnya.

Seperti diketahui, DPP membuat Surat Keputusan Nomor 146-A/KPTS/DPPP/VIII/2016. Dalam surat tersebut tertulis Tubagus Bayu Murdani telah dibebastugaskan dari jabatannya sebagai Ketua DPC PDIP Kota Tangsel dan juga dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel.

Surat itu bertanggal 11 Agustus 2016 yang ditandatangani Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri dan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Di surat itu juga tertulis alasan pembebastugasan Bayu dari jabatannya karena tidak mengindahkan intruksi DPP terkait Pilkada Tangsel 2015. (deden)

Disarankan
Click To Comments