Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Pembebasan Lahan Tol Serpong Cinere Baru 15 Persen

0 252

Pembebasan lahan buat proyek tol Serpong-Cinere baru 15 persen. Dari total objek 1.899 bidang dengan luas lahan 78,5 hektare, yang baru dibebaskan hanya 220 bidang.

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tangsel diberikan waktu dua tahun dan dapat diperpanjang selama satu tahun jika lahan belum seluruhnya dibebaskan. Ini sesuai dengan UU No 2 Tahun 2012 tentang pengadaan tanah untuk kepentingan umum.

Kepala BPN Tangsel, Asnawati meminta warga dapat membantu pelaksanaan pembangunan tol dengan mempermudah pembebasan lahan.
“Pembebasan lahan terus kami selesaikan. Kami meminta Dukungan masyarakat penting dalam agenda ini,” katanya, saat proses pencairan di Bank BRI Serpong, Selasa (20/9).

Sekretaris pengadaan lahan Tol Sercin, dari BPN Tangsel Muhamad Gholib Syaifudin, mengatakan, ada delapan bidang tanah dengan luas 25.010 meter persegi telah dibayarkan.

BPN sudah membayar sebanyak dua kali. Tahap pertama ada 18 bidang tanah, tahap kedua ini sebanyak delapan sehingga totalnya 26 bidang tanah. Sisanya 29 bidang akan digelontorkan dalam waktu dekat.
“Sedang kami ajukan pembayarannya. Tinggal menunggu dana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” ujarnya.

Lahan yang sudah dibayarkan diantaranya Jombang, Ciputat, Cipayung, Pamulang Barat dan Pamulang Timur. Sementara yang masih berproses adalah Kelurahan Pondok Cabe Udik. Kelurahan ini salah satu yang paling sulit. Meski sudah banyak yang sepakat, tapi masih ada satu-dua menolak.
Hingga pertengahan 2017 pembayaran sembilan kelurahan dapat diselesaikan dengan rapi.

Pembebasan lahan syarat dengan dukungan masyarakat, tanpa adanya dukungan maka akan memakan waktu cukup lama.
“Jika masyarakatnya mendukung pasti pembebasan lahan akan lebih cepat. Mengapa bisa lama? Karena warga kadang sulit untuk terbuka mengikuti kebijakan pemerintah,” ungkapnya.

Salah satu warga yang mendapatkan ganti untung lahan, Yani Yonani Panigoro, seluas 162 meter mendapat ganti untung sebesar Rp 1,6 miliar. Ia mengaku sejak awal tidak mempersoalkan atas kebijakan pemerintah.

“Saya menjadi warga yang baik, sejak awal tidak pernah menolak rencana pembangunan jalan tol. Pada dasarnya asal harganya cocok saja supaya bisa digunakan untuk membeli lahan kembali,” katanya. (deden)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...