Gerindra Ads

Kasus Ketua PPK Batu Ceper, Panwaslu Kota Tangerang Agendakan Pemanggilan Saksi

0 176

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tangerang akan menggali kasus Ketua PPK Kecamatan Batu Ceper yang dilaporkan warga karena diduga berpihak kepada salahsatu bakal pasangan calon gubernur.

“Proses pertama bahwa Malam ini (21/9) Panwaslu akan mengagendakan pemanggilan para saksi untuk dimintai keterangan. Para saksi yang dipanggil adalah dari pelapor dan terlapor,” kata Agus Muslim, Ketua Panwaslu Kota Tangerang saat dihubungi Pena Merdeka, Senin (21/9).

Kami akan bergerak cepat, memang kata Agus ini merupakan kasus perdana yang ditangani oleh Panwaslu Kota Tangerang. Setelah ada laporan dari warga kami langsung meregistrasi laporan dari saudara Haerul Imam warga Batusari yang melaporkan Edi Hamdi Ketua PPK Kecamatan Batu Ceper.

“Sekarang pihak Panwaslu belum bisa menyimpulkan kasus ini apakah masuk dalam pelanggaran administrasi, etik atau yang lainnya. Pasalnya kita harus memulai langkah awal dengan pemanggilan saksi-saksi,” katanya menegaskan.

Langkah selanjutnya setelah pemanggilan saksi kita akan menggelar perkara kasus ini sehingga kepastian ada jenis pelanggarannya seperti apa. Mudah-mudahan dalam berkas registrasi laporan tertanggal 19/9/2016 Nomor 1/LP/Pilgub/IX/2016 semua saksi bisa hadir malam ini.

“Surat pemanggilan kepada saksi sudah kita layangkan. Jadi ada empat orang yang akan kita panggil untuk dimintai keterangan,” tandas Agus.

Seperti diketahui menurut pelapor Khoirul Imam bahwa terlapor Edi Hamdi Ketua (Panitia Pemilihan Kecamatan) PPK Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang melakukan komunikasi via WhatsApp terkait menyebutkan bahwa mereka merupakan ‘orang RK’. Dan dalam pembicaraan itu juga menyebutkan ada penekanan harus ‘bermain cantik’ (dalam Pilkada, red).

Khoirul Imam, pelapor yang tercatat warga Batusari, Kecamatan Batuceper tersebut menyayangkan sikap pelaksana demokrasi tersebut lantaran terindikasi tidak independen.

“Kami datang ke sini untuk melaporkan Ketua PPK Batuceper Edy Hamdi. Kami menilai saudara Edy Hamdi sudah tidak pantas lagi sebagai penyelenggara Pilkada Banten karena sudah berpihak kepada salah satu calon,” ujar Khoirul Imam.

Adanya laporan tersebut, Khoirul berharap Panwaslu sebagai institusi pengawas Pilkada segera bertindak agar pelaksanaan Pemilihan Gubernur Banten 2017 berjalan sesuai aturan.

“Kalau Ketua PPK saja sudah tidak netral, sulit mengharapkan hasil Pilkada yang jujur dan adil (Jurdil). Pokoknya, Panwaslu segera menjalankan Tupoksi (tugas pokok dan fungsi) dalam pelaksanaan Pilkada Banten di Kota Tangerang,” ucap Khoirul, Senin (19/9). (agus)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...